Angka deflasi Jateng bahkan melebihi nasional, yang tercatat -0,21 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Adhi Wiriana mengatakan, angka deflasi ini dipicu terjadinya penurunan harga pada sejumlah komoditas.
"Alhamdulillah setelah sekian kita lama mengalami inflasi, pada Agustus Jateng mengalami deflasi yang cukup besar, yakni -0,39 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding deflasi nasional yang -0,21 persen," tutur Adhi dalam press rilis daring di kanal Youtube BPS Jateng, Kamis (1/9).
BPS mencatat, terjadi penurunan harga pada bawang merah, cabai merah, tarif angkutan udara alias tiket penerbangan, minyak goreng dan cabai rawit. Sementara yang menjadi faktor penahan deflasi adalah kenaikan upah tukang bukan mandor, harga beras, rokok kretek filter, telur ayam ras dan pisang.
"Penurunan harga pada komoditas bawang merah maupun cabai merah disebabkan beberapa daerah sentra produksi sedang panen besar. Sehingga pasokan dan distribusi pun terjaga. Kemudian, pada Agustus terjadi penurunan tarif angkutan udara, karena harga avtur turun sehingga maskapai melakukan penyesuaian tarif angkutan udara," papar Adhi.
Lebih lanjut, diungkapkan Adhi, ada enam kota di Jateng yang terpantau mengalami penurunan harga komoditas. Yaitu Kota Cilacap, Purwokerto, Kudus, Solo, Kota Semarang dan Tegal.
Deflasi tertinggi tercatat di Kota Tegal sebesar -0,64 persen. Disusul Kota Cilacap-0,55 persen, Purwokerto dan Kota Semarang masing-masing -0,44 persen, dan Kudus -0,31 persen. Angka deflasi terendah terjadi di Kota Solo sebesar -0,06 persen.
Adhi pun mewanti-wanti agar momen penurunan harga di Jateng. bisa terjaga. Sebab, kata dia, jika dilihat dari inflasi tahun ke tahun, Jawa Tengah sudah mencapai level psikologis.
Catatan BPS Jateng inflasi tahun kalender 2022 mencapai 3,87 persen (Agustus 2022 terhadap Desember 2021). Sementara inflasi tahun ke tahun mencapai 5,03 persen (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021).
"Terlihat dari inflasi year on year, kita sudah di atas batas angka psikologis tiga plus minus satu. Untuk tahun kalender (inflasi) kita sudah berada di atas 4 persen, yakni 5,03 persen. Mudah-mudahan kondisi deflasi ini bisa terus terjaga," tandas Adhi. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria