MAGELANG – Puluhan keluarga di Desa Ngepenrejo, Bendongan, Magelang kini bisa merasa lega dan tenang tinggal di rumah yang nyaman. Sebab, rumah mereka telah direnovasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui program bantuan rumah sehat layak huni (RSLH).
Desa Ngepanrejo memiliki sekitar 1.400 kepala keluarga. Mayoritas masyarakat bermatapencaharian sebagai buruh tani, perajin besek bambu dan perajin arang. Cukup banyak warga yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan rumah kurang layak huni.
Oleh karena itu, program rumah sehat layak huni RSLH yang diinisiasi Gubernur Ganjar juga menyasar desa tersebut. Sedikitnya sudah ada 28 keluarga yang mendapatkan bantuan program itu. Salah satunya adalah Daryati.
Dia menceritakan, kondisi rumahnya dulu hanya berdinding anyaman bambu yang sudah rapuh. Bahkan berlubang di beberapa bagian.
"Dulu dindingnya seperti itu (menunjuk dinding anyaman bamboo, Red)," kata Daryati, Sabtu (8/10).
Kalau hujan, air masuk ke dalam rumah melalui lubang-lubang maupun atap yang bocor. Sehingga Daryati harus menyediakan panci-panci untuk menampung air.
"Kalau hujan bocor di semua ruangan. Kalau hujan repot," tambahnya.
Namun, kini hal itu sudah tak terjadi lagi. Kondisi rumah Daryati sudah layak huni dan tentunya lebih sehat serta nyaman. Sebab, rumahnya telah direnovasi lewat program bantuan RSLH.
Dinding dari anyaman bamboo sudah diganti dengan tembok batako. Begitu pula atapnya sudah lebih kokoh. "Sekarang rumahnya sudah tembok batako dan atapnya esbes. Jadi, tidak bocor lagi," ucap dia.
Kondisi memprihatinkan juga dialami Siti Amara. Sebelumnya, rumah Siti yang sudah ditinggali bersama suami dan dua anaknya selama puluhan tahun itu bahkan terancam roboh karena tiang-tiangnya telah rapuh. Namun, dia tak mampu memperbaiki karena kondisi ekonomi yang sulit.
"Tidak mampu memperbaiki rumah karena tidak punya uang. Suami hanya kuli bangunan,” ucap dia.
Hingga kemudian, berita baik datang. Rumahnya masuk penerima bantuan RSLH dari Gubernur Ganjar. Rumahnya pun berubah menjadi lebih kokoh dan bagus. Rumah yang dulu berdinsing kayu dan bambu, kini sudah berganti batako.
Diakui Siti, hidupnya sekarang pun menjadi lebih tenang, tanpa bayang-bayang ketakutan. "Dulu bocor semua kalau hujan, apalagi di belakang rawan longsor. Nah, sekarang sudah tidak bocor lagi dan rumahnya kokoh. Rasanya senang dapat bantuan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngepanrejo, Nur Hakim mengungkapkan, desanya termasuk desa miskin dengan sekitar 1.400 kepala keluarga.
"Di tahun 2022 ini, kami dapat bantuan RTLH dari Pak Ganjar, 28 rumah," ujarnya.
Bantuan tersebut, kata Nur Hakim, telah membantu warga desanya untuk lepas dari jeratan kemiskinan. Sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai infromasi, Untuk saat ini, hingga Desember 2021, Pemprov Jateng telah merealisasikan perbaikan RSLH sebanyak telah 11.152 unit. Atau mencapai 98,76 persen dari total target 11.292 unit. Program dilaksanakan dengan melalui dana Bankeupemdes. Pemprov optimistis seluruh target perbaikan RSLH bisa rampung tahun ini. (bay/ria)
Editor : Syahaamah Fikria