Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gerakan Seribu Embung Ganjar Bikin Petani Jawa Tengah Bisa Panen Tiga Kali

Syahaamah Fikria • Sabtu, 5 November 2022 | 00:42 WIB
Para petani di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen tengah memanen padi. Mereka kini bisa panen tiga kali dalam setahun berkat Gerakan Seribu Embung Ganjar Pranowo.
Para petani di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen tengah memanen padi. Mereka kini bisa panen tiga kali dalam setahun berkat Gerakan Seribu Embung Ganjar Pranowo.
RADARSOLO.ID - Para petani di Jawa Tengah kini bisa panen untung karena mereka mampu panen tiga kali dalam setahun. Panen lancar karena persoalan krisis air irigasi kini sudah tertangani berkat Gerakan Seribu Embung yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Salah seorang petani asal Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen Sadiman mengatakan, petani yang wilayahnya sudah memiliki embung kini cukup makmur. Mereka bisa panen lebih banyak, dan dengan kualitas lebih bagus.

"Jadi keberadaan embung itu sudah dirasakan manfaatnya oleh petani," ujar Sadiman yang ditemui di sela-sela memanen padi di sawahnya, Jumat (4/11).

Ia menceritakan, dulu desanya mengalami krisis air untuk irigasi sawah. Sehingga para petani pun hanya bisa panen dua kali. Namun, dengan adanya embung yang dibangun Gubernur Ganjar, persoalan krisis air irigasi langsung tertangani. Dalam satu tahun petani bisapanen tiga kali.

"Dulu masa tanam ketiga kesulitan air. Sekarang dengan adanya embung, petani bisa menikmati panen tiga kali," paparnya.

Bahkan, lanjut Sadiman, volume panen pun kini juga meningkat. Saat ini rata-rata dalam 1 hektare lahan bisa menghasilkan 7 ton panenan.

"Dulu sebelum ada embung, 1 hektare hanya menghasilkan 5 ton, sekarang bisa sampai 7 ton per hektare," papar dia.

Setelah menikmati hasil yang sangat menggembirakan ini, Sadiman benar-benar merasa terbantu dengan keberadaan embung. Dia pun membayangkan jika para petani di daerah lain juga bisa merasakan hal serupa.

Oleh karena itu, Gerakan Seribu Embung yang diinsiasi Ganjar Pranowo ini, menurut dia, bisa dibawa ke tingkat nasional.

"Mudah-mudahan ini bisa dibawa ke tingkat nasional. Kita berharap semua bisa bikin embung, sehingga petani di Indonesia bisa makmur," tegasnya.

Kemis, petani lain juga merasakan kebahagiaan karena embung di desanya menjadikan hasil panen yang melimpah.

"Terimakasih Pak Ganjar, karena embungnya benar-benar manfaat dan hasil panennya melimpah," jelasnya.

Di tempat lain, manfaat embung yang dibangun Ganjar Pranowo juga dirasakan warga Desa Danasrilor, Kecamatan Nusawungu, Cilacap. Bukan hanya pertanian, melainkan juga untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

"Luasan sawah di Desa Danasrilor 205 hektare merupakan sawah tadah hujan. Jadi, bisa tanam hanya waktu musim hujan. Di sini asa 150 petani," kata Mustaqim, seorang petani Danasrilor.

Sejak dibangun embung, petani setempat dapat melakukan tiga kali masa tanam, terutama yang sawahnya berada di sekitar embung. Yakni padi dua kali dan satu kali tanam palawija.

"Dengan adanya embung program Pak Ganjar sangat bermanfaat. Biasanya tidak tanam palawija sekarang bisa tanam palawija di sekitar embung menambah ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Gerakan Seribu Embung Ganjar, papar dia, sangat bagus jika diterapkan di tingkat nasional. Selain meningkatkan kemakmuran petani, juga mampu menjadi solusi ketahanan pangan.

Sementara itu, hingga saat ini, Jawa Tengah telah memiliki 1.135 embung tersebar di kabupaten/kota. Jumlah tersebut sudah melebihi target Gerakan Seribu Embung dari Ganjar Pranowo. Tak hanya pertanian, keberadaan embung juga bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan air baku, penahan banjir hingga wisata. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#embung #gerakan seribu embung #panen #ganjar pranowo #petani