“Ya mudah-mudahan, saya belum nengok, karena ini masih dalam perawatan rumah sakit. Ya mudah-mudahan ada perkembangan baik lah begitu,” ujar Kepala Sudinsos Purwono dilansir dari JawaPos.com, Kamis (5/1).
Purwono mengatakan, hingga saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit terkait kejiwaan Eny. Hasil pemeriksaan tersebut akan jadi rujukan untuk langkah selanjutnya apakah akan dirujuk untuk dirawat di panti khusus atau kembali ke rumah.
Namun begitu, dia menyatakan bahwa keputusan tersebut akan dipertimbangkan baik dengan anak Eny yang merawatnya selama ini, yaitu Tiko.
“Nanti apabila anaknya si Tiko itu katakanlah tidak sanggup atau keberatan merawat ibunya, tentu kami dari dinas sosial akan menitipkan ibunya ke panti, dirawat di panti terlebih dahulu,” terangnya.
Diketahui, rumah mewah terbengkalai milik ODGJ, Eny, viral di media sosial. Eny sendiri disebut mengalami stres atau gangguan jiwa setelah ditinggal pergi suaminya, puluhan tahun lalu.
Sejak saat itu, selama 30 tahun, Eny alias Ibu Eny bertahan tinggal di dalam rumah yang tak terurus itu. Bahkan tanpa listrik maupun air bersih. Rumah itu pun tampak menyeramkan karena ditumbuhi pohon dan tanaman liar, seperti tak berpenghuni.
Mendapat informasi tersebut, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) turun tangan membantu membersihkan rumah tersebut agar terlihat lebih bersih dan nyaman ditinggali.
“Pengerahan 1 unit mobil pemadam, 1 unit komando, dan 2 unit kuda besi,” kata Kasi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Gatot Sulaeman kepada wartawan, Kamis (4/1).
Sedikitnya 12 orang personel turun tangan, bahu-membahu membabat tumbuhan-tumbuhan liar yang merambati rumah dua lantai tersebut.
“Waktu operasi pukul 09.55 WIB, operasi kebersihan selesai jam 12.00 WIB. Sekarang sudah steril,” pungkas Gatot. (jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria