Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Longsor Melanda Karanganyar, Wonogiri dan Boyolali: Bombardir 10 Kecamatan

Damianus Bram • Senin, 13 Februari 2023 | 14:00 WIB
PANTAU LANGSUNG: Petugas gabungan dair BPBD, TNI, Polri, SAR melakukan pendataan terhadap longsor yang terjadi di Jatiyoso, Karanganyar, kemarin. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
PANTAU LANGSUNG: Petugas gabungan dair BPBD, TNI, Polri, SAR melakukan pendataan terhadap longsor yang terjadi di Jatiyoso, Karanganyar, kemarin. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Hujan deras yang melanda wilayah eks Karesidenan Surakarta mengakibatkan bencana longsor di Wonogiri, Karanganyar dan Boyolali. Tidak rumah warga dan jalan umum, bencana ini juga menimpa sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Teguh Setiyono mengatakan, terjadi bencana tanah longsor di sejumlah titik pada akhir dua hari terakhir. Ada enam kecamatan terdampak bencana.

"Itu dampak dari hujan deras yang terjadi dalam durasi yang lama," ujar Teguh Minggu (12/2/2023).

Tanah longsor menimpa rumah warga di Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo. Kondisi sama terjadi di Desa Miri, Kecamatan Kismantoro. Sedangkan di Kecamatan Slogohomo, tebing tanah longsor di Kelurahan Karang. Itu juga mengakibatkan keretakan tanah sepanjang 15 meter dan berpotensi menimbulkan longsor susulan jika hujan deras melanda.

Kemudian di Kecamatan Jatiroto, tanah longsor terjadi di dua titik. Yakni Desa Guno dan Boto. Longsor menimpa dinding rumah warga. Di Kecamatan Bulukerto, longsor terjadi di lima titik. Di Desa Geneng mengakibatkan saluran irigasi terputus. Akibatnya pasokan air ke 10 hektare sawah di desa setempat terganggu. Akses di desa setempat juga nyaris terputus.

Sementara di Kecamatan Jatipurno, longsor melanda lima titik. Talut Desa Kopen dengan panjang 10 meter dan tinggi 5 meter ambrol. Akibatnya jalan utama Girimarto-Jatipurno sempat tertutup material longsoran dan jalan tidak bisa dilewati kendaraan. Sejumlah rumah juga tertimpa longsor. Termasuk SMP N 1 Jatipurno. Talut dengan tinggi 5 meter dan panjang 30 meter ambrol menimpa teras ruang kelas.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Kerugian masih dihitung DPU. Kemungkinan sampai ratusan juta karena kejadian tersebar di berbagai tempat, baik yang milik pemerintah dan masyarakat. Tim gabungan sudah terjun ke lapangan. Logistik juga sudah dikirim," papar Teguh.

Sementara di Karanganyar, longsor melanda 13 titik di tiga kecamatan. Yakni, Jatiyoso, Jatipuro, dan Jumapolo. Warga sempat mengungsi setelah rumahnya tertimpa longsor. Tak hanya itu, sejumlah ruas jalan di tiga wilayah itu juga sempat tertutup tanah.

"Total ada sekitar 13 titik longsor di tiga wilayah itu. Tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga berdampak ke akses warga,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Bagoes Darmadi.

BPBD juga telah menerjunkan tim gabungan untuk membersihkan material longsor di lokasi terdampak bencana.

"Kami hanya mendata saja dan mitigasi agar tidak ada lagi kejadian longsor lagi. Kalau untuk perbaikan, kami akan konsultasikan dengan bupati dan dinas terkait. Khususnya untuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat longsor kemarin," tegasnya.

Longsor juga menyebabkan akses Jalan Madu Simo-Klego, tepatnya di Desa Tanjung tertutup tanah. Hampir separo badan jalan ambles. Sehingga dinas terkait bersama Satlantas Polres Boyolali menyiapkan alternatif jalur melalui simpang empat Tlundan. (al/rud/rgl/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Longsor di Wonogiri #bpbd wonogiri #Longsor di Karanganyar #Longsor di Boyolali