Perbaikan dan penyempurnaan LaporGub V.2.0 ini dimaksudkan agar masyarakat lebih mudah menjangkau.
“Jangkauannya jadi lebih gampang, dan di belakang itu sebenarnya ada data yang terkumpul yang dianalisis dengan artificial intelligence,” kata Ganjar usai menghadiri acara di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jumat (24/2).
Dengan fitur baru di LaporGub V.2.0 tersebut, masyarakat yang melapor bisa mengatur pilihan privasi aduan. Sehingga, identitas pelapor terjamin kerahasiannya. Sehingga masyarakat bisa lebih nyaman dan berani melaporkan masalah yang dialami.
Di sisi lain, dengan perbaikan aplikasi, laporan dari masyarakat akan terdata. Kemudian, proses tindak lanjut dari aduan itu juga bisa dipantau.
“Sekarang kalau ada masyarakat melapor, satu terdata, dua kita bisa melakukan tracing kapan itu dilakukan dan dikerjakan, sekaligus itu bisa dipakai untuk menilai PIC-nya siapa,” papar Ganjar.
Selain memudahkan masyarakat dalam melapor, Ganjar berharap LaporGub dapat menjadi legacy yang bisa terus dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa Tengah. Di sisi lain, pemerintah juga dapat menggunakannya untuk dasar pengambilan keputusan.
“Ini kami jadikan legacy, bahwa komplain publik itu bisa dikanalisasi melalui sistem yang bagus. Dan jangan salah, pemerintah akan bisa mendapatkan data yang bagus dan itu bisa dipakai untuk basis pengambilan keputusan dan kebijakan yang jauh lebih baik,” tegas dia.
Ganjar Pranowo meluncurkan LaporGub sejak periode pertamanya pada 2013. Saat itu, LaporGub masih berbasis website. Dalam perjalanannya, Ganjar terus mengembangkan hingga bisa diakses multi prlatform. Kini, LaporGub bahkan bisa diakses sebagai aplikasi melalui smartphone. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria