Tak jauh dari makam, terdapat umbul dengan airnya yang jernih. Kekayaan alam tersebut menggugah Sutarno, mengeksplorasinya. “Awalnya hutan dan papringan (bambu),” ucap Sutarno, pengelola Umbul Gunung Tugel.
Dia lalu berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat untuk bisa mengelola lahan yang sebelumnya dimiliki perorangan itu. Akses menuju umbul dibersihkan. Sentuhan lain diberikan hingga akhirnya Umbul Gunung Tugel tampak lebih tertata tanpa merusak kondisi awalnya.
“Pemerintah desa membangun gapura di akses masuk ke makam. Yang di sekitar umbul, saya bangun kolam renang air tawar murni tanpa obat atau kaporit,” jelasnya.
Untuk menuju tempat ini, bisa diakses menggunakan kendaraan bermotor dengan waktu tempuh sekira 15-25 menit dari pusat kota Kabupaten Karanganyar. (rud/wa/dam) Editor : Damianus Bram