Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kompleks Umbul Tirtomarto, Banyudono: Pemandian Paku Buwono X dan Keluarga

Damianus Bram • Minggu, 9 April 2023 | 18:00 WIB
SEGAR: Tradisi padusan di Umbul Tirtomarto, Banyudono, Boyolali beberapa waktu lalu. Pemandian ini punya cerita sejarah. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
SEGAR: Tradisi padusan di Umbul Tirtomarto, Banyudono, Boyolali beberapa waktu lalu. Pemandian ini punya cerita sejarah. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARBOYOLALI.COM - Berkunjung ke Boyolali rasanya tak lengkap jika tidak mengunjungi wisata air. Salah satunya kompleks Umbul Tirtomarto di Kecamatan Banyudono.

Ada empat umbul dalam kompleks pemandian ini. Salah satunya pemandian Paku Buwono X pada 1893-1939. Ada juga rumah makan dan pemancingan yang tentunya menambah komplet wisata keluarga.

Kompleks Umbul Tirtomarto berada tak jauh dari Alun-alun Banyudono. Jaraknya hanya 350 meter dari pusat kecamatan tersebut. Dari alun-alun, cukup berjalan ke arah barat sekira 200 meter. Nantinya di kiri jalan, terdapat gapura dengan konsep joglo loket tiket khas Keraton Surakarta. Kemudian di atasnya terdapat tulisan, Pemandian Tirtomarto Pengging. Aksesnya cukup mudah, ditempuh berjalan kaki dari alun-alun hanya butuh waktu 5 menit.

Memasuki kompleks Umbul Tirtomarto rasa teduh dan tenang menyelimuti. Banyak pohon-pohon beringin yang membuat teduh dan sejuk. Sementara umbul favorit Paku Buwono X, yakni Umbul Ngabeyan. Di depan gapura masuk umbul, ada foto atau lukisan wajah Paku Buwono X. Di dalamnya terdapat joglo di sisi timur. Ada juga pohon beringin cukup besar di sisi kanan dan kiri sebelah utara. Lokasi yang cocok untuk mendinginkan pikiran dan beristirahat.

Umbul Ngabeyan memiliki bentuk bulat. Alas kolam masih berupa batu -batuan. Namun, saat menyebut ke kolam, jangan ditanya. Dinginnya air dan kesegaran mata air menembus kulit. Jika pengunjung sedang gundah ataupun penat, berendam dan mandi di umbul Ngabeyan bisa jadi solusi penghilang penat. Selain sensasi berenang yang menyegarkan, pengunjung juga bisa memesan jajanan, seperti mendoan dan minuman.

Pengelola Umbul Tirtomarto Pengging Wardoyo mengatakan, kompleks pemandian ini memiliki empat umbul. Yakni Umbul Ngabeyan, Umbul Penganten, Umbul Dudo, dan Umbul Anak. Setiap umbul memiliki sejarah dann cerita yang menyertainya.

Konpleks wisata air ini awalnya menjadi tempat pemandian raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono X pada 1893-1939 dan kerabat-kerabatnya. Ada tiga sumber mata air, Umbul Ngabeyan, Umbul Dudo dan Umbul Penganten.

”Ketiga umbul ini merupakan peninggalan Ki Ageng Pengging pada masa peralihan Majapahit ke Demak,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (7/4).

Joglo yang berada di Umbul Ngabeyan merupakan tempat ngaso alias istirahat para raja. Joglo tersebut dinamakan pesanggrahan Ngeksipurna. Sedangkan kompleks pemandian ini masih satu wilayah dengan peninggalan keraton lainnya. Yakni, Makam Pujangga Yosodipuro dan Masjid Cipto Mulyo yang berjarak 450 meter ke selatan. Meski demikian, Umbul Tirtomarto selalu ramai. Setiap harinya, sekira 200 pengunjung datang ke pemandian.

Tak hanya menyajikan berbagai umbul dan satu komplek pemandian, Umbul Tirtomarto juga terdapat warung-warung makan. Nantinya, penjual akan mengantarkan pesanan hingga ke dalam umbul. Selain itu, ada juga tempat makan pemancingan dengan ikan-ikan yang besar. Menambah ciamik dan memanjakan mata. Kompleks Umbul Tirtomarto juga terdapat tempat pertemuan dan masjid untuk ibadah.

”Kompleks pemandian ini kan ada empat umbul. Untuk tiket masuk hanya Rp 3.500 pas hari biasa. Kalau weekend Rp 5.500. Lalu parkir Rp 2.000. Kalau masuk umbul pemandian hanya membayar Rp 2.000. Biasanya banyak yang terapi setiap pagi. Nanti kalau agak siangan sampai sore baru pada berenang,” terangnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Umbul Ngabeyan #Pemandian PB X #PB X #paku buwono x #Umbul Tirtomarto #Pemandian Paku Buwono X