Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully mengatakan, awalnya pelaku berpura-pura menjadi penumpang dan mengajak korban makan terlebih dahulu di rest area saat perjalanan menuju Bogor. Korban diberi satu porsi nasi Padang yang telah dicampur kecubung.
"Tanpa sadar nasi Padang dibawa diberikan racun kecubung yang membuat korban tidak sadar," kata Titus kepada wartawan, Jumat (14/4).
Akibatnya korban langsung teler. Pelaku pun mengambil mobil korban, sedangkan korban ditinggalkan di rest area Cibubur. Tanpa kesadaran penuh, korban tiba-tiba berjalan ke tengah jalan tol, hingga akhirnya tertabrak kendaraan sampai tewas.
"Efek kecubung membuat orang tidak sadar, ketika orang tersebut tidak sadar diturunkanlah orang ini di rest area Cibubur, kemudian ditinggalkan. Ketika ditinggalkan di jalan tol, korban tertabrak. Ini modus baru yang kami temui dalam penanganan kasus selama ini," jelas Titus.
Sebelumnya, nasib tragis menimpa sopir taksi online bernama Suprapto, 46. Dia menjadi korban perampokan hingga tewas tertabrak di Km 11+100 Tol Jagorawi, Cipayung, Jakata Timur.
"Informasi yang kami peroleh, korban ini saat itu membawa penumpang dengan tujuan ke Bogor," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Kamis (13/4).
Korban diduga dicekoki kecubung oleh penumpangnya. Setelah teler, dia dirampok. Mobil yang dipakai mencari uang dibawa kabur pelaku.
"Dari bukti-bukti yang kami peroleh, modus operandi para pelaku ini dengan membuat korban mabuk terlebih dahulu dengan kecubung," tandas Hengki. (jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria