Destinasi wisata baru itu dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yang dikenalkan ke masyarakat sejak Ramadan lalu. Lokasinya berjarak sekira 8,5 kilometer dari pusat Kota Bersinar dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit menggunakan kendaraan pribadi. Disarankan untuk datang pada sore hari karena bisa melihat matahari terbenam.
Do Gurau Café memang menjadi pilihan yang tepat bagi pengunjung seusai menyusuri kawasan wisata dan spot selfie di Bukit Sidoguro. Mengingat wisatawan dapat langsung beristirahat di kafe tersebut sembari menikmati panganan dan hiburan musik. Termasuk menjadi tempat yang tepat untuk mengabadikan momen dengan kamera foto karena disuguhi pemandagan waduk dan perbukitan seribu Gunungkidul.
Bagi wisatawan yang hendak ke Do Gurau Café yang berada di Puncak Bukit Sidoguro itu bisa datang mulai pukul 16.00. Pada waktu tersebut pemkab membanderol tiket masuk ke kawasan bukit itu sekira Rp 5.000 per orang. Lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki dengan medan cukup menanjak.
Selama perjalanan menuju puncak bukit itu akan melewati beberapa spot selfie yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk berfoto. Termasuk untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Memang dibutuhkan stamina yang kuat untuk bisa sampai ke puncak bukit.
Rasa lelah wisatawan akan disambut dengan deretan kursi dan meja yang tertata rapi yang cukup estetik. Bahkan ada tempat untuk menikmati hidangan yang langsung menghadap Rowo Jombor melihat lalu lalang perahu wisata dan speed boat yang ditumpangi para wisatawan mengelilingi waduk tersebut.
Setidaknya ada 10 kios kuliner menjajakan aneka makanan dan minuman yang dapat dipesan wisatawan. Ada pun menunya mulai dari ayam goreng, ikan goreng, gudeg dan bakmi. Sedangkan minumannya mulai dari es teh, es buah, dan aneka minuman hangat. Seluruh menu itu dibanderol dengan harga mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 65 ribu saja.
”Untuk daya tampung pengunjung di Do Gurau Café ini bisa sampai sekira 200 orang. Tapi lebih baik sebelum berkunjung bisa memesan tempat terlebih dahulu,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Klaten Sri Nugroho saat ditemui Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Sri Nugroho menyarankan pengunjung untuk datang di sore hari karena apabila siang hari cukup panas. Do Gurai Café sendiri buka hingga pukul 22.00. Tetapi ketika pengunjung yang datang cukup banyak bisa sampai pukul 00.00.
Salah seorang wisatawan Irvan, 30, asal Desa Krikilan, Kecamatan Bayat yang sudah lama menetap di Karawang, Jawa Barat datang bersama keluarganya karena penasaran pemandangan alam yang ditawarkan dari ketinggian perbukitan.
”Sebagai orang sudah motret, saya kira spot Puncak Bukit Sidoguro ini cukup bagus. Apalagi ada pemandangan deretan pegunungan dari Gunungkidul, selain Rowo Jombor,” ucap Irvan.
Lebih lanjut, dia berharap perlunya dijaga terkait kebersihan di puncak bukit. Ditambah untuk perawatan tanaman sehingga menjadikan wisatawan menjadi nyaman saat berkunjung. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram