Kampung Klurahan berlokasi cukup dekat dengan Kantor Pemkab Sukoharjo. Bisa ditempuh sekitar 5 menit. Sekilas tidak ada yang istimewa dengan kampung yang kanan kirinya dikelilingi hamparan sawah ini. Namun jika diamati lebih dalam ada yang menarik di kampung ini. Ternyata warga yang ada di sini, sama sekali tidak ada yang beternak hewan sapi. Hal itu sudah terjadi sejak zaman dulu kala. Hewan yang dipelihara adalah kerbau atau dalam masyarakat Jawa dikenal dengan sebutan kebo. Nah, setiap sore, sejumlah kerbau akan dimandikan oleh pemiliknya di sebuah saluran irigasi tak jauh dari kampung tersebut.
”Kerbau saya saat ini ada enam ekor, empat betina, satu jantan dan satu gudel (anak kerbau, Red). Kemarin (Jumat, Red) sebenarnya ada dua gudel tetapi yang satu mati karena dinakali yang besar,” kata Nur Sahid, salah seorang warga yang beternak kerbau.
Warga setempat memberi nama lokasi itu dengan Guyangan Kebo. Nyaris setiap sore, banyak warga yang menghabiskan waktu sorenya bersama anak dan keluarga dengan melihat kerbau-kerbau itu mandi. Bahkan tidak hanya bagi warga sekitar. Warga yang berasal dari luar daerah juga berondong-bondong datang untuk melihat kerbau mandi di guyangan.
”Kalau kerbau mudah. Pagi atau sore keluar kandang makan rumput sendiri dan bandel dengan segala macam penyakit. Itu saja sih menurut saya kenapa orang sini lebih memilih ternak kerbau,” katanya.
Melihat potensi itu, warga kemudian berinisiatif untuk menjadikan lokasi Guyangan Kebo sebagai lokasi wisata. Yakni dengan menggelar car free day di lokasi itu. Setiap Minggu, sejumlah kegiatan dihadirkan dalam agenda tersebut. Di antaranya senam bersama, kesenian lesung, reog dan sejumlah hiburan lainnya. Warga sendiri nampak antusias dengan keberadaan CFD yang berada di jalan desa dan membelah sawah tersebut.
Tokoh masyarakat setempat Haryono mengatakan, CFD Guyangan Kebo menggunakan jalur kampung yang ada di tengah-tengah sawah. Karena itu udara dan pemandangan di sekitar lokasi masih segar dan alami.
”Kampung Klurahan ini mempunyai potensi wisata yang luar biasa, baik itu wisata tradisonal dan religi. Untuk wisata religi ada keberadaan Makam Kiai Langsur, sedangkan dari alam ada keberadaan kerbau yang diguyang setiap pagi dan sore hari,” jelasnya.
Di samping itu, warga Kampung Klurahan hingga saat ini masih melestarikan kesinian lesung hingga karawitan.
”Inilah tujuan kami mengangkat potensi yang ada di sini agar lebih dikenal luas oleh publik. Terlebih guyangan kebo yang mungkin tidak ada di tempat lain. Selain itu juga kesenian lesungnya,” imbuhnya.
Camat Sukoharjo Havid Danang mengapresiasi warga Klurahan yang telah membuat sebuah terobosan wisata desa. Salah satunya CFD Guyangan Kebo.
”Ke depan di tempat ini akan kami kembangkan agar Kampung Klurahan khususnya wisatanya ini semakin maju dan berkembang,” ungkap Havid. (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram