"Saat ini kami masih lakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut, penyebabnya apa, sehingga terjadi kecelakaan yang menewaskan tujuh orang itu," kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra, Rabu (6/7) malam.
Dia mengungkapkan, dalam tragedi naas tersebut sebenarnya terdapat sembilan orang yang menjadi korban. Namun, dua orang lainnya selamat dan sedang dalam perawatan di rumah sakit.
"Korban semuanya tukang bangunan. Jadi sembilan orang ini menggunakan lift untuk mengangkut barang, sedangkan peruntukkan untuk memuat orang," kata dia.
Kemungkinan, lanjut dia, ada kelebihan muatan atau beban pada lift di sekolah Az Zahra tersebut. Sehingga menyebabkan terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.
"Kami akan kembangkan peristiwa ini. Apakah ada unsur pidana di dalamnya nanti dalam pengembangan," ujar Dennis.
Ia menambahkan, saat ini para korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bumi Waras. Umumnya para korban mengalami patah tulang.
Dokter Arli yang bertugas di RS Bumi Waras membenarkan bahwa dari sembilan orang yang dibawa ke rumah sakit tersebut, tujuh orang di antaranya telah meninggal dunia.
"Sembilan orang dibawa ke sini, kemudian tujuh orang di antaranya sudah meninggal dunia. Kebanyakan korban mengalami cedera tulang belakang, dan dua masih dalam perawatan intensif," terang dia. (antara/ria) Editor : Syahaamah Fikria