Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tampung Masukan Warga dengan Tatap Muka, Quatly Abdulkadir Alkatiri: BUMDes Perlu Bersinergi dengan UMKM

Silvester Kurniawan • Selasa, 25 Juli 2023 | 00:55 WIB
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri (kanan) mengelar FGD di Kampung Ngadijayan, RT 02 RW 07 Kelurahan Ngadirejo, Kartasuro, Sukoharjo, Jumat (21/7/2023) malam.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri (kanan) mengelar FGD di Kampung Ngadijayan, RT 02 RW 07 Kelurahan Ngadirejo, Kartasuro, Sukoharjo, Jumat (21/7/2023) malam.

RADARSUKOHARJO.COM - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri mengelar Focus Group Discussion (FGD) di Kampung Ngadijayan, RT 02 RW 07 Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasuro, Kabupatem Sukoharjo, Jumat (21/7/2023) malam. Dalam kesempatan itu dirinya memastikan akan mendorong produktivitas UMKM yang ada di wilayah tersebut.

Acara dimulai dengan ramah tamah sembari memaparkan tema yang diangkat dalam diskusi malam itu. Sesuai tema yang diangkat 'BUMDes Penopang Ekonomi Kerakyatan', menurut Qualy BUMDes mampu bersinergi dengan UMKM yang dijalankan masyarakat. Oleh sebab itu perlu sinergitas agar BUMDes yang dikelola masyarakat sejalan dengan kemajuan UMKM di wilayah tersebut.

"Perlu persamaan langkah antara pemerintah (pemerintah desa, Red) selaku pihak yang bertanggung jawab atas BUMDes dengan potensi-potensi masyarakat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan bersama. Salah satunya lewat UMKM yang terintegrasi dengan program-program di BUMDes yang ada," kata dia.

Untuk menyamakan langkah itu, lembaga legislatif memainkan peran penting untuk mendorong agar keduanya berjalan apik. Dalam hal ini para anggota dewan seperti dirinya bisa menampung aspirasi dan keinginan masyarakat untuk akhirnya bisa memberikan dukungan nyata melalui alokasi anggaran yang disiapkan.

"Bersama dengan warga saya melakukan sosialisasi bagaimana lembaga legislatif ini akan memberikan dukungan untuk menguatkan para pelaku UMKM agar usahanya makin maju. Nanti kita dorong pemkot pemkab untuk memperbanyak pelatihan-pelatihan dan dilengkapi dengan pemberian alat kerja. Masukkan juga anggaran untuk ke alat kerjanya, jangan hanya pelatihan saja. Itu dimasukkan pada program di DPRD," beber Quatly.

Menurutnya UMKM adalah tonggak perekonomian warga. Menimbang berakhirnya masa Pandemi Covid-19 yang berdampak pada perbaikan perekonomian di berbagai sektor, pihakbya optimis angka kemiskinan di Jawa Tengah bisa terus ditekan hingga satu digit di akhir 2023 ini. Dan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah pemberdayaan UMKM karena sektor ini dipandang efekif mengurangi angka pengangguran terbuka hingga saat ini.

"UMKM ini kan tonggak perekonomian nasional. Saat UMKM makin berdaya bisa memberkan lapangan kerja pada masyarakat sekitar. Usahanya makin maju kan makin banyak pesanan, tentu mereka butuh tenaga dari masyarakat ini menekan tingkat pengangguran terbuka. Saat ini angka kemiskinan di Jateng 10.98 persen, target kita bisa kita tekan sampai 8-9 persen di akhir 2023 nanti," beber Quatly.

Sekadar informasi, FGD di Kelurahan Ngadirejo, Kartasuro, Sukoharjo itu diikuti oleh 50 masyarakat setempat yang memiliki berbagai jenis usaha rumahan. Dalam kesempatan itu warga berharap keinginan warga bisa dijawab dengan baik agar masyarakat makin sejahtera. "Warga disini ada yang ternak burung, kerajinan mebel, makanan kering seperti emping dan lainnya. Ya kami harap bisa dibantu," ucap salah seorang tokoh masyarakat di kampung setempat, Djarot Wahyudianto. (ves)

Editor : Damianus Bram
#Quatly Abdulkadir Alkatiri #bumdes #DPRD Provinsi Jawa Tengah #umkm