Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tekan Kasus Anak Punya Anak, Bupati Wonogiri Tabuh Genderang Perang Pernikahan Dini

Iwan Adi Luhung • Senin, 31 Juli 2023 | 03:24 WIB

Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

RADARWONOGIRI.COM-Risiko menikah terlalun dini, terlalu besar. Bayi yang dilahirkan bisa stunting, kankern serviks, rawan perselisihan dan berujung pada kekerasan dalam rumah tangga, hingga perceraian.

Sebab itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo memberikan perhatian khusus terhadap fenomena tersebut. Dia mengajak semua pihak turut memerangi pernikahan dini.

Joko Sutopo tak ingin semakin banyak anak punya anak. “Kami berkolaborasi termasuk dengan pemerintah desa dan kelurahan. Kepala desa dan lurah harus bisa memiliki sensitifitas terait hal ini,” tegasnya belum lama ini.

Baca Juga: Bisa Jadi Langkah Antisipasi Pernikahan Dini, Namun Pendidikan Seks Masih Dianggap Tabu

Sensitifitas itu bisa dibarengi dengan upaya edukasi dan sosialisasi tentang dampak atau risiko dari pernikahan anak di bawah umur. Di antaranya terkait potensi risiko kesehatan serviks dan lainnya.

“Potensi perceraiannya kan cukup tinggi. Kenapa? Karena secara mental kan belum siap. Banyak faktor. Saya yakin itu bukan sebuah keinginan,” tandasnya.

Berkaca dari fenomena tersebut, bupati ingin muncul tanggung jawab kolektif di dalam masyarakat. Semua instrumen dan stakeholder yang ada harus ambil peran.

Bupati mencontohkan, Kantor Urusan Agama (KUA) bisa mengambil peran dengan memberikan edukasi potensi atau dampak dari pernikahan dini.

Baca Juga: Aktif Perangi Stunting, Kodim Wonogiri Bantu Perbanyak Fasilitas Air Bersih Masyarakat

Puskesmas juga ikut ambil bagian dengan memberikan edukasi terkait risiko kesehatan yang bisa muncul dampak dari pernikahan dini. Pihak-pihak lain juga ambil bagian sesuai dengan peran mereka.

“Itu menjadi bagian yang menjadi poin-poin yang kami edukasikan dan sosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga akan menekan angka pernikahan dini atau pernikahan anak di bawah umur,” ujarnya.

Sosialisasi dan edukasi harus masif. Jika itu diabaikan, lanjut bupati, akan muncul anggapan tak ada masalah dengan pernikahan dini.

Bupati baru saja meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri mendata anak yang lulus dari SD dan melanjutkan ke SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Itu guna mendeteksi permasalahan yang dihadapi anak.

Baca Juga: Marak Pernikahan Dini, Dampak Negatif Sosial Media

“Ini kita sudah melangkah kesana. Untuk upaya skrining awal,” kata dia.

Diketahui, pernikahan anak Woonogiri pada semester pertama 2023 menurun cukup signifikan dibandingkan semester pertama 2022.

Data Pengadilan Agama (PA) Wonogiri, pada semester pertama 2023 tercatat 67 perkara dispensasi kawin, sedangkan semester pertama 2022 ada 100 perkara dispensasi kawin. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Joko Sutopo #anak punya anak #pernikahan dini #Bupati Wonogiri