Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jokowi Pakai Busana Kebesaran Raja Solo saat Upacara, Ini Respons Keraton Kasunanan Surakarta

Silvester Kurniawan • Jumat, 18 Agustus 2023 | 03:11 WIB

Ageman Songkok Singkepan Ageng yang dikenakan Presiden Jokowi dulu dipakai raja atau panglima perang Keraton Kasunanan Surakarta.
Ageman Songkok Singkepan Ageng yang dikenakan Presiden Jokowi dulu dipakai raja atau panglima perang Keraton Kasunanan Surakarta.

RADARSOLO.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil mengenakan pakaian adat Keraton Kasunanan Surakarta saat upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Kamis (18/8). Melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, pakaian berwarna hitam yang dikenakan presiden itu bernama Ageman Songkok Singkepan Ageng dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Lantas, bolehkan pakaian ini dipakai seseorang yang bukan raja? 

Salah saorang kerabat Keraton Kasunanan Surakarta yang juga adik kandung dari Raja Keraton Surakarta Paku Buwono (PB) XIII, GKR Wandansari Koes Moertiyah membenarkan, pakaian yang dikenakan Jokowi itu adalah Ageman Songkok Singkepan Ageng. Sejatinya bernama Songko Prajuritan yang biasa dikenakan oleh panglima perang Keraton Kasunanan Surakarta.

Pihaknya tidak mempermasalahkan pakaian adat itu dipakai oleh Presiden Jokowi karena presiden merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata di Indonesia.

"Busana ini umumnya dipakai raja saat upacara kemiliteran. Selain dipakai raja saat apel prajurit, songkok seperti ini juga dipakai komandan militernya. Jadi boleh-boleh saja dipakai Pak Jokowi karena di Indonesia kan panglima tertinggi angkatan bersenjata itu kan presiden," kata adik raja yang biasa disapa Gusti Moeng itu, Kamis (17/8) sore.

Lebih lanjut dia menjelaskan, busana kemiliteran itu sering dikenakan oleh Paku Buwono (PB) VI dan Paku Buwono (PB) VII saat masih memimpin pemerintahan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Berdasarkan catatan sejarah, model pakaian seperti ini kemudian dikenakan oleh Paku Buwono X dalam berbagai kegiatan lainnya. Salah satunya dikenakan saat mengikuti pertemuan dengan pihak Belanda di gubernuran kala itu.

Pada era kepemimpinan sang ayah atau Paku Buwono XII, kata Gusti Moeng, pakaian itu hanya dikenakan sekali dan sudah tidak lagi dipakai pada era kepemimpinan kakaknya, Paku Buwono XIII Hangabehi hingga kini.

"Sejatinya ini pakaian panglima prajurit. Jadi bisa dikenakan langsung oleh raja atau oleh panglima prajurit. Dipakai Pak Jokowi boleh dalam rangka beliau panglima tertinggi militer Indonesia," papar dia. 

Pihaknya tak mempermasalahkan pakaian raja Solo itu dikenakan Presiden Jokowi dalam momen upacara bendera. Bahkan, Keraton Kasunanan Surakarta justru mengapresiasi karena dipandang sebagai bentuk pelestarian budaya.

Selain itu, pihaknya menyampaikan bahwa pihak kepresidenan juga telah berkomunikasi dengan keraton sebelum pakaian itu dikenakan oleh Presiden Jokowi pada momen upacara HUT RI di istana.

"Antara empat bulan lalu itu sudah konsultasi dengan saya, dengan keraton. Saya bilang nggak apa-apa, karena Pak Jokowi sebagai presiden kan panglina tertinggi angkatan bersenjata. Kan Pak Jokowi juga sudah mencanangkan memakai pakaian adat, kesadaran beliau untuk selalu menjaga khazanah budaya Indonesia, dalam hal ini tata busana itu konsisten," papar Gusti Moeng. (ves/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Ageman Songkok Singkepan Ageng #raja solo #jokowi #pakaian adat #Paku Buwono #keraton kasunanan surakarta