RADARSOLO.COM - Aksi prank yang dilakukan oleh sekumpulan pelajar SMAN 114 Jakarta kepada temannya ini benar-benar bikin geger banyak pihak. Bahkan pihak kepolisian pun turun tangan.
Betapa tidak, empat pelajar berinisial FA, RF, KH, dan SAL itu membuat prank dengan mengatakan hendak mengebom Koja Trade Mall. Prank itu dilakukan untuk menjahili salah satu teman mereka, yang dianggap lemah gemulai dan cupu.
"Motif mereka berdasarkan pengakuan dari saudara FA dan saudara H mereka ingin nge-prank. Jadi menge-prank saudara H," kata Kapolsek Koja Kompol Muhammad Syahroni kepada wartawan, Jumat (3/11), dilansir dari ANTARA.
Saat itu, FA membuat pesan teror bom di Koja Trade Mall kepada H dengan nomor WhatsApp tak dikenal, serta foto profil dan nama Noordin M Top.
"Yang isi (pesannya) kurang lebih, 'Kami akan melakukan pengeboman di daerah Koja atau KTM, jika kamu peduli dengan Nurdin M Top, kamu harus mengikuti acara pengeboman'," jelas Syahroni.
Sontak saja, pesan misterius itu membuat H ketakutan. Dia pun langsung mengabarkan pesan teror bom itu ke akun Instagram resmi Koja Trade Mall, yang kemudian diteruskan ke kepolisian.
Pihak kepolisian dan keamanan mal pun langsung bergerak menyisir mal hingga steril, namun tak ditemukan apa-apa.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan dan juga melakukan sterilisasi di TKP, namun nihil (bom)," papar Syahroni.
Selanjutnya, pihaknya mengamankan total enam pelajar yang membuat prank teror bom di Koja Trade Mall tersebut, yaitu FA, S, RF, KH, SAL, dan H.
Sementara itu, pihak sekolah menyatakan, para pelajar yang melakukan prank bom itu sebetulnya tergolong siswa-siswa berkelakuan baik di sekolah.
"Anak-anak yang kebetulan menjadi sesuatu ini sebetulnya adalah anak-anak yang baik menurut rekap dari BK (bimbingan konseling)," kata Kepala SMAN 114 Jakarta, Dwi Priyo Eko Santoso kepada wartawan.
Berdasarkan keterangan dari guru BK sekolah itu, kata Eko, para pelajar itu juga tak pernah membolos saat sekolah.
"Jadi bolos pun enggak pernah," ucapnya.
Untuk aksi prank atau bullying itu pun, lanjut dia, juga merupakan sesuatu yang mengejutkan bagi pihak sekolah. Sebab, sesuai catatan BK, mereka tak punya riwayat melakukan bullying. Meski prank itu disebut pelaku karena ingin menjahili temannya yang dianggap cupu.
"Anak ini enggak ada istilahnya bullying bagi H, menurut rekap BK," tandas Eko. (antara/jpg/ria)
Editor : Syahaamah Fikria