RADARSOLO.COM - Kasus penipuan dengan modus baru kembali viral di media sosial (medsos). Kali ini, netizen ramai membahas kasus penipuan bermodus lowongan kerja part time yang membutuhkan posisi petugas entri data di timeline media sosial X.
Kasus ini diungkap oleh pemilik akun X @catsedih. Pemilik akun itu memposting dua foto screenshot berisi lowongan kerja part time. Informasi lowongan kerja itu muncul sebagai iklan di beranda media sosial miliknya.
Isi screenshot tersebut menampilkan informasi mengenai lowongan pekerjaan freelance sebagai petugas entri data.
Durasi jam kerja paling lama 3 jam dalam sehari, lokasi kerja dilakukan online, dan tak harus memiliki pengalaman kerja serta memerlukan satu laptop atau hp.
Di sana juga diinformasikan soal gaji menggiurkan, sebesar Rp 600 ribu hingga Rp 900 ribu dalam kurun waktu satu hari.
"guys kalo nemuin iklan di instagram kayak gini, jangan tertarik yaa. ini penipuan!" tulis @catsedih menyertai postingannya
Ya, rupanya akun @catsedih merupakan korban penipuan kerja part time. Uangnya raib sebanyak Rp 4 juta usai kena tipu iklan lowongan pekerjaan itu
Awalnya, dia berencana tak memberitahukan siapa pun lantaran merasa malu. Namun, dia berubah pikiran sejak secara tak sengaja mencuri dengar orang lain di sekitarnya yang ikut tertipu dengan tawaran pekerjaan yang persis dialami dirinya.
Dilansir dari JawaPos.com, akun @catsedih lantas menceritakan kronologi dirinya yang menjadi korban penipuan itu. Dia menjelaskan, sistem kerjanya dengan melakukan transfer uang atau top-up untuk mengerjakan suatu misi.
Tak lama kemudian, dia dihubungi oleh salah satu oknum penipu lewat WhatsApp. Penipu itu mengirimkan sebuah foto berisi 9 daftar misi yang tersedia meliputi jumlah top-up, profit yang akan diperoleh, dan withdraw.
Salah satu isi daftar misi dituliskan jika melakukan top-up sebanyak Rp 500 ribu, nantinya akan mendapat profit 20 persen dari hasil top-up hingga Rp 100 ribu, serta withdraw yang diperoleh sebesar Rp 600 ribu.
“Daftar misi diberikan secara acak dan dapat anda pilih dengan bebas atau tidak berurutan. Semakin tinggi dari daftar yang dipilih, semakin tinggi komisi yang anda peroleh. Anda melihat daftar tugas mana yang cocok untuk anda,” tulis penipu itu.
Akun @catsedih pun kemudian diajak bergabung ke dalam grup chat WhatsApp. Untuk meyakinkan calon korban, diduga ada penipu lain yang berpura-pura sebagai ‘anak baru’ menghubunginya.
Oleh 'anak baru' itu, @catsedih diberi informasi jika melakukan top-up 1 juta akan mendapat 1,2 juta. Tentu saja, cerita alias testimoni yang ternyata palsu tersebut membuat dia makin tertarik.
“tdi saya lihat yg 3 jutaan bisa narikk makanyaa llngsung cba ambil 1 jutaaa,” kata ‘anak baru’ tersebut.
Karena masih ragu dengan cara kerja dan tidak melakukan misi yang disuruh, akun @catsedih dikeluarkan dari grup.
Meski begitu, pemilik akun @catsedih memantapkan hati dan melakukan misi top-up sebesar Rp 500 ribu. Sebagai hasilnya, ia mendapat keuntungan Rp 100 ribu dan menarik kembali uangnya total Rp 600 ribu.
Merasa aman dan langsung mendapat keuntungan, akun @catsedih lalu melakukan misi lain top-up sebesar Rp 1 juta.
Namun, untuk menarik uang Rp 1 juta miliknya, ternyata ia disuruh top-up uang lagi sebesar Rp 3 juta.
Lantaran sudah yakin, tanpa pikir panjang dia pun langsung mengiyakan perkataan si penipu. Dan melakukan top up senilai jutaan rupiah tersebut, yang kini uang itu tak kembali.
Postingan akun @catsedih tersebut langsung menuai beragam komentar dari netizen.
Banyak dari mereka mengaku bingung dengan cara kerja yang dianggap tak sesuai jobdesk posisi entri data semestinya.
“Ini tuh tugasnya ngapain sih? Entry data apaan,” tulis pemilik akun X @BanyuSadewa.
Tak sedikit pula yang mengaku bahwa orang terdekatnya ikut tertipu lowongan pekerjaan serupa dan menghabiskan uang hingga Rp 80 juta.
“Sepupuku minggu lalu cerita, tabungannya kena 80 juta gara2 dipake istrinya main ginian, dia dapat dari tiktok,” ungkap pemilik akun X @slow_mo_ti_on.
Atas cerita-cerita tersebut, akun @catsedih pun mewanti-wanti netizen untuk berhati-hati dan teliti. Jangan sampai gampang tergiur dengan penipuan berkedok lowongan kerja part time. (jpg/ria)
Editor : Syahaamah Fikria