RADARBOYOLALI.COM-Informasi yang belum tentu kebenarannya berseliweran di media sosial, setiap detik.
Menyikapi fenomena tersebut, dibutuhkan kematangan dalam berliterasi. Termasuk para pelajar.
Tujuannya, agar mampu menyaring informasi dan tidak mudah terbawa arus.
Berkaca dari hal tersebut, SMKN 1 Boyolali menggelar pelatihan jurnalistik dan fotografi menggandeng Jawa Pos Radar Solo, Rabu (8/11/2023).
Kepala SMKN 1 Boyolali Badari dalam sambutannya menekankan tentang literasi.
Nah, pelatihan jurnalistik dan fotografi tersebut sebagai upaya meningkatkan budaya literasi para siswa.
"Pelatihan jurnalistik dan fotografi bersama Jawa Pos Radar Solo ini guna memacu para siswa giat membaca," terang Badari.
Badari optimistis, siswa SMKN 1 Boyolali memiliki potensi besar dalam bidang kepenulisan.
"Setelah kegiatan ini, kami arahkan anak-anak membuat karya yang dipajang di majalah dinding. Kami akan mendorong anak-anak berkreasi," katanya.
Sri Kawestri Handayani, peserta pelatihan jurnalistik dan fotografi mengaku mendapat banyak ilmu baru.
"Ilmu yang saya dapat luar biasa. Banyak mengedukasi," ujarnya.
Sementara itu, Arief Budiman, fotografer Radar Solo menyampaikan teknik fotografi jurnalistik.
"Mengambil objek foto harus memperhatikan komposisinya. Teman-teman bisa mempraktikan di lingkungan masing-masing,” kata dia. (mg12/rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono