Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dimulai dari Plat Merah, Konversi Motor Listrik Kian Jadi Tren: Syaratnya Mudah, Hasilnya Aman dan Lebih Irit

Silvester Kurniawan • Minggu, 31 Desember 2023 | 05:43 WIB

Pengujian Sertifikasi Uji Tipe (SUT) motor listrik di Kantor Dishub Solo.
Pengujian Sertifikasi Uji Tipe (SUT) motor listrik di Kantor Dishub Solo.

RADARSOLO.COM – Pemerintah Indonesia mencanangkan penggunaan kendaraan listrik sejak beberapa tahun terakhir. Ini sebagai raodmap Indonesia menuju net zero emission/NZE pada 2060 mendatang.

Proses pengkonversian motor bertenaga bahan bakar minyak (BBM) menjadi tenaga listrik kian populer di masyarakat.

Di Solo, proses pengkonversian maupun penggunaan motor listrik, yang dimuai oleh plat merah, kini juga mulai dilirik masyarakat.

Desember ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo kebanjiran antrean pengujian motor listrik hasil konversi dari motor BBM yang digarap oleh salah satu bengkel tersertifikasi milik SMK Muhammadiyah 1 Kartasura, Sukoharjo.

Antrean sejumlah motor listrik hasil konversi itu diuji sedemikian rupa sesuai standarisasi dan kelayakan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pengujian Tipe Fisik.

Serta PM Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

“Ada puluhan motor plat merah dari Pemprov Jateng, Pemkab Sragen yang sudah kami konversi beberapa waktu ini. Ini kami bawa ke Dishub Solo untuk uji SRUT (Sertifikasi Regristrasi Uji Tipe) dan SUT (Sertifikasi Uji Tipe)," tutur Hadirinayu, Kepala Program Keahlian Konversi Motor Listrik dari SMK Muhammadiyah Kartasura saat ditemui di kantor pengujian Dishub Kota Solo.

SMK Muhammadiyah 1 Kartasura merupakan satu dari sekian bengkel tersertifikasi yang telah diakui pemerintah guna mengonversi kendaraan roda dua dari tenaga BBM ke tenaga listrik.

Awalnya mereka memulai dengan konversi kendaraan roda empat pada 2022 lalu. Satu unit Toyota Avanza telah berhasil dikonversi dari tenaga bensin ke tenaga listrik.

Dari sana, mereka mengajukan sertifikasi ke Kementerian ESDM. Dan mendapatkan izin resmi untuk konversi.

Sampai akhirnya dipercaya untuk mengonversi puluhan kendaraan plat merah dari berbagai daerah oleh Kementerian ESDM.

“Ini program resmi dari pemerintah, yang pertama ini memang untuk yang plat merah dulu," ujar Hadirinayu.

Tapi, lanjut Hadirinayu, pihaknya tidak menutup kesempatan untuk masyarakat umum yang secara pribadi ingin mengonversi motor bertenaga BBM ke tenaga listrik.

"Kalau mau dapat subsidi pemerintah Rp 10 juta itu, ya bisa daftar dulu (di website EBTKE Kementerian ESDM, Red). Tapi kalau yang sudah punya dananya bisa datang langsung,” terang dia.

Untuk konversi satu unit kendaraan roda dua bertenaga BBM menjadi tenaga listrik total biayanya sebesar Rp 17 juta. Di luar biaya pengujian.

Proses konversi motor BBM ke tenaga listrik memerlukan waktu dua hari pengerjaan.

Mulanya kendaraan roda dua dibongkar mesin dan tangki BBM-nya. Lokasi tangki dan mesin itulah yang kemudian dipakai untuk pemasangan electric vehicle.

Melalui prosedur yang sesuai, kendaraan yang sudah dikonversi nantinya bisa keluar STNK dan BPKB-nya. Dan bisa langsung digunakan di jalanan.

"Proses pengujian seperti ini juga tidak mahal. Sekira Rp 400 ribu per unit kendaraan,” terang Hadirinayu.

Bagi masyarakat yang ingin mengonversi kendaraan pribadinya, harus memastikan kendaraan itu memiliki surat-surat lengkap.

Dengan itu, akan lebih mudah digunakan di jalan raya untuk aktivitas sehari-hari.

Sebab, hanya kendaraan konversi yang memiliki surat-surat resmi dan digarap di bengkel tersertifikasi saja yang akan lolos berbagai pengujian oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hadirinayu menyebut, motor apa saja bisa dikonversi. Kuncinya ada tiga syarat.

Pertama, motor yang mau dikonversi adalah motor resmi yang memiliki surat-surat lengkap.

Kedua, motor dikonversi di bengkel resmi tersertifikasi.

"Ketiga, menggunakan bahan (baterai resmi) yang sudah terverifikasi,” papar dia.

Tak Perlu Takut Kesetrum, Kendaraan Listrik Terbukti Aman dan Lebih Hemat

Lantas, apakah kendaraaan listrik bisa digunakan saat hujan? Atau benarkah motor listrik jauh lebih irit dari saat menggunakan BBM?  

Meresposns pertanyaan-pertanyaan umum itu, Teknisi dan ahli konversi motor listrik SMK Muhammadiyah 1 Kartasura Bambang Sumantri menjamin, konversi kendaraan listrik aman digunakan masyarakat.

“Kabelnya tahan uji sampai 200 derajat celcius, dan tekanan airnya tahan sampai 1,5 meter kedalaman air. Jadi aman walau diajak hujan-hujan," tutur Bambang.

Pihaknya juga sudah melakukan tes kendaraan sampai ke Gunung Telomoyo, Magelang.

Kendaraan aman, dengan membawa tiga baterai cadangan. Penggunaan untuk track tanjakan juga sama dengan motor biasa.

"Kalau nanjak penggunaan BBM-nya juga tambah, ini juga demikian. Tapi kalau dikalkulasi dengan pengeluaran untuk beli BBM, tentu irit motor listrik ini,” terang dia.

Bambang memastikan, segala jenis kendaraan roda dua bisa dikonversi menjadi tenaga listrik.

Meski demikian, untuk kapasitas mesin dan kecepatan tetap harus mengikuti aturan pemerintah.

Misalnya untuk ukuran 60 cc-135 cc butuh 2 KW. Selebihnya ada aturan yang menyertainya.

Hingga saat ini banyak masyarakat yang mulai berminat dengan konversi motor listrik tersebut.

Pihaknya pun telah menerima sejumlah orderan dari masyarakat untuk konversi motor BBM ke tenaga listrik.

Bambang menyebut, sampai saat ini sudah ada 32 unit motor plat merah yang dikonversi. Serta 5 motor pribadi dari masyarakat.

"Lebih irit, di-charge di listrik rumah tangga 450 VA itu juga bisa, 2,5 jam sudah penuh,” ucap dia.

Pemkot Solo Jor-joran Promosikan Penggunaan Kendaraan Listrik

Pada 7 Juni 2023, 54 lurah dan lima camat di Kota Solo mendapat kendaraan dinas baru berupa unit kendaraan listrik merek United E-Motor.

Suasana kocak penuh gelak tawa terasa saat kali pertama mereka menjajal kendaraan dinas masing-masing.

Ada yang kebingungan karena tak bisa menyalakan mesin kendaraan listriknya.

Sementara yang lainnya kaget karena tak terbiasa menunggang motor yang bergerak tanpa mengeluarkan suara.

Enam bulan berselang, para lurah dan camat makin terbiasa dalam menggunakan kendaraan listrik tersebut.

“Yang pasti, kita bisa menghemat anggaran operasional BBM dan biaya perawatan kendaraan, seperti servis rutin, ganti oli, dan sebagainya,” terang Camat Banjarsari Beni Supartono.

Pembagian kendaraan dinas berupa motor listrik untuk lurah dan camat di Kota Solo.
Pembagian kendaraan dinas berupa motor listrik untuk lurah dan camat di Kota Solo.

Kebijakan pengadaan motor listrik yang dilakukan Pemkot Solo itu terbilang unik dan berani.

Di mana ketika kabupaten lain masih melakukan pengadaan kendaraan dinas dengan motor bertenaga BBM, Solo mengambil langkah berbeda dengan motor listriknya kala itu.

Walau harganya lebih mahal ketimbang motor berbahan bakar BBM, pemkot memiliki pandangan lain. Sebab, ongkos perawatan dan biaya pengeluaran harian jauh lebih irit.

“Kami mengawali untuk mengurangi emisi gas buang karena ruang terbuka hijau kita kurang. Untuk mengejar itu kita beralih dari bahan bakar solar/bensin ke listrik,” kata Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa.

Teguh sendiri sudah lebih awal menggunakan kendaraan listrik merek Volta untuk mobilitas hariannya, sejak 2021 lalu.

Pemkot Solo juga memiliki cara unik untuk memopulerkan kendaraan listrik di kalangan masyarakat.

Misalnya, berbagai event besar yang digelar pemkot dengan menggandeng sponsor pabrikan mobil listrik ternama dari Korea Selatan.

Salah satu event yang paling besar adalah Piala Dunia U-17 2023 yang baru rampung dihelat pada 2 Desember 2023 lalu. Hyundai Motors menjadi sponsor utamanya.

Hal ini berdampak pada peningkatan signifikan penjualan mobil listrik dari pabrikan tersebut.

Hingga akhirnya terjalin kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan. Ditandai dengan diluncurkannya 100 unit mobil bermotif kawung, yang merupakan edisi spesial untuk mengenang persahabatan dengan Indonesia.

Ditanya alasan pengadaan motor listrik untuk lurah dan camat, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, karena harganya lebih murah.

Suk emben nek ono rejeki gentian kepala dinas, bertahap. Wali kotane nunggu sik batik (Hyundai Motif Kawung, Red) ya,” ucap Gibran sembari bergurau.

Semangat masyarakat Indonesia, termasuk Solo dalam penggunaan kendaraan listrik juga meyakinkan Hyundai Motor untuk terus berekspansi.

Yakni dengan membuka sejumlah diler baru di Indonesia. Termasuk satu diler baru di Solo.

Hyundai Motor berani berinvestasi besar-besaran karena infrastruktur pendukung dinilai sudah siap.

Mereka juga mengapresiasi PLN yang telah membangun banyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di seluruh Indonesia.

Khususnya di fasilitas jalan bebas hambatan (tol) maupun jalan-jalan umum di berbagai wilayah di Indonesia.

“Saat ini sepanjang Tol Trans Jawa sudah banyak stasiun pengisian (listrik, Red), bahkan ada yang fast charging," kata General Manajer PT Maju Mobilindo Alfindo Wijaya

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan daya saat berpergian menggunakan mobil listrik via jalan tol,” lanjut dia.

PLN Getol Siapkan Infrastruktur Penunjang

SPKLU di Kantor PLN Solo.
SPKLU di Kantor PLN Solo.

Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menyebut, pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di Jateng naik signifikan sepanjang 2023.

Itu sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Berdasarkan data Bapenda Provinsi Jateng, populasi kendaraan listrik di Jateng per November 2023 ada 3.478 unit.

Rinciannya, 2.910 kendaraan roda dua dan 568 kendaraan roda empat.

"Artinya masyarakat sudah mulai mengenal dan menggunakan. Ke depan akan terus kita sosialisasikan kendaraan yang ramah lingkungan,” terang dia saat menghadiri Festival Motor Listrik di Solo, awal Desember lalu.  

Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong konversi motor bertenaga BBM menjadi tenaga listrik. Mengingat Jawa Tengah memiliki kawasan industri motor listrik dan baterai, seperti di Batang dan Kendal.

Nana optimistis mimpi besar Pemerintah Indonesia dalam menghadirkan 13 juta kendaraan hasil konversi ke tenaga listrik dapat dicapai pada 2030 mendatang.

“Kami juga fasilitasi konversi motor listrik yang terverikasi dan melaksanakan uji tipe. Kami siapkan tenaga terampil tentang pendayagunaan sekolah vokasi," papar Nana.

"Program ini butuh tenaga terampil. Maka dari itu, anak SMK terus dilatih dalam rangka menyiapkan motor listrik tersebut,” imbuh dia.

Hingga Oktober 2023 lalu, PLN telah menghadirkan 622 unit SPKLU, 1.839 unit SPBKLU dan 9.139 unit SPLU di seluruh Indonesia.

Sementara di Jateng dan DIJ, sedikitnya ada 31 SPKLU dengan 45 unit EV Charger yang tersebar di 22 kota/kabupaten.

“Seiring pesatnya penggunaan electric vehicle, kami terus berkomitmen membangun infrasturtur pendukungnya," papar General Manajer PLN Unit Induk Distribusi Jateng dan DIJ Mochamad Soffin Hadi.

Sehingga, kata Soffin, pengguna kendaraan listrik baik motor maupun mobil tak perlu khawatir.

"Karena infrastrukturnya telah dibangun kian merata hingga saat ini,” tandas dia. (ves/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#pln #Motor Listrik #net zero emission #kendaraan listrik #spklu #mobil listrik