RADARSOLO.COM- Dua kali gempa bumi terjadi Minggu (31/12/2023), yakni di Papua dan Sumedang, Jawa Barat.
Gempa bermagnitudo 6,4 mengguncang daerah timur laut Kobagma, Papua pegunungan sekira pukul 00.16 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa terjadi pada kedalaman 30 Km dengan titik pusat di darat berkoordinat 2,89 lintang selatan dan 139,44 bujur timur atau terletak 95 Km timur laut Kobagama.
Mengutip Jawapos.com yang bersumber dari Antara, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik turun atau thrust fault.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar naik di zona Anjak Mamberamo," ucapnya.
Gempa pada malam hari tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Kabupaten Jayapura dengan skala intensitas III-IV Modified Mercally Intensity (MMI). Artinya apabila gempat terjadi pada siang hari akan dirasakan oleh banyak orang dalam rumah.
Gempa juga terasa di daerah Kota Jayapura, Sarmi, dan Wamena dengan skala intensitas III MMI atau seperti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu.
Ditambahkan Daryono, hingga pukul 00.42, terdapat aktivitas gempa bumi susulan satu kali.
Selain itu, dalam rilisnya di akun resmi X BMKG, @infobmkg, juga merilis gempa lainnya yang terjadi di sekitar lokasi titik gempa pada pukul 1.04 WIB, 1.10 WIB, 2.33 WIB, 2.40 WIB, 2.59 WIB dan, 5.46 WIB.
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Di hari yang sama, BMKG menyatakan gempa bumi tektonik dangkal yang mengguncang Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditengarai akibat adanya aktivitas sesar aktif.
"Gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) guncang Sumedang 4,1 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer dipicu aktivitas sesar aktif (info sementara)," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan di Jakarta
Diketahui, pada pukul 14:35 WIB, wilayah Kabupaten Sumedang dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik.
Pusat gempa bumi berada pada koordinat 6,85 Lintang Selatan dan 107,93 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 kilometer timur laut Kabupaten Sumedang pada kedalaman 7 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif daerah setempat," kata Daryono.
Selang satu jam kemudian, gempa susulan mengguncang wilayah tersebut dengan kekuatan lebih rendah sebesar 3,4 magnitudo.
Lebih lanjut BMKG mengungkapkan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi dangkal yang mengguncang Kabupaten Sumedang tersebut. (jpg/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono