Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Cawapres Nomor Urut 2 Kunjungi Labuan Bajo, Gibran Ungkap Peran Penting Petani Lokal untuk Dongkrak Pariwisata

Damianus Bram • Selasa, 2 Januari 2024 | 20:02 WIB
Gibran Rakabuming Raka saat tampil dalam debat cawapres, Jumat (22/12) lalu.
Gibran Rakabuming Raka saat tampil dalam debat cawapres, Jumat (22/12) lalu.

RADARSOLO.COM - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (30/12/2023) lalu.

Agenda utama dalam kunjungan ini adalah pertemuan dengan komunitas kreatif lokal, yang diadakan di Escape Bajo, Labuan Bajo.

Acara yang diberi nama “Gibran Mendengar” ini menjadi platform bagi Gibran untuk secara langsung mendengarkan dan merespon berbagai aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan komunitas kreatif, start-up, UMKM lokal, dan kreator konten.

Salah satu isu penting yang diangkat dalam pertemuan ini datang dari Benyamin Ewa, wakil dari Komunitas Petani Hortikultura Boleng.

Pada kesempatan itu, Benyamin menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Boleng, Manggarai Barat.

Menurutnya, kondisi jalan yang buruk sangat berpengaruh pada kualitas produk pertanian yang dijual ke Labuan Bajo, termasuk sayur dan buah, yang seringkali rusak akibat perjalanan yang sulit.

"Ini sangatlah penting, karena menyangkut akses dari desa ke Labuan Bajo. Ketika para petani ingin menjual sayur, tomat, atau buah-buahan, tetapi karena kondisi jalan rusak, banyak sayuran maupun buah-buahan yang jadi rusak saat tiba di Labuan Bajo," ujar Benyamin.

Benyamin juga berbagi cerita tentang perjalanan Komunitas Petani Hortikultura Boleng yang dimulai sekitar tiga tahun lalu.

Momen ini bertepatan dengan pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo yang didorong oleh pemerintah pusat.

Namun, tantangan muncul karena kebanyakan bahan pokok untuk kebutuhan hotel dan restoran di Labuan Bajo masih diimpor dari daerah lain seperti Jawa, Sulawesi, Bali, dan NTB.

Komunitas ini melihat ini sebagai peluang dan mulai menggerakkan petani lokal untuk memanfaatkan peluang tersebut, meskipun dihadapkan pada kendala modal, obat, dan pupuk.

"Kami melihat ini sebagai sebuah peluang, dan kemudian menggerakkan petani untuk merebut peluang ini. Memang di awal-awal kami sempat terkendala modal, obat dan pupuk, namun pada akhirnya itu bisa diatasi," jelasnya.

"Setelah tiga tahun, dari 12 desa di Boleng, kami akhirnya bisa mulai suplai sayur-sayuran dan buah-buahan ke Labuan Bajo," lanjut Benyamin.

Ke depan, Benyamin berharap kendala akses transportasi ke 12 desa di Boleng dapat diatasi, sehingga produk pertanian mereka tetap segar saat tiba di Labuan Bajo dan dapat bersaing dengan produk dari daerah lain.

Menanggapi hal ini, Gibran berjanji untuk menampung aspirasi tersebut dan mencari solusi.

Gibran, yang hadir bersama istrinya Selvi Ananda dan didampingi oleh Grace Natalie, juga menekankan pentingnya penggunaan produk pangan lokal oleh semua restoran di Labuan Bajo.

Ini dianggap penting untuk mendukung petani lokal agar dapat menikmati manfaat dari pertumbuhan sektor pariwisata.

"Kita mendorong agar semua restoran di Labuan Bajo ini agar wajib menggunakan pangan lokal. Ini penting untuk mendukung petani kita menikmati kemajuan pariwisata,” pungkas Gibran Rakabuming. (**)

Editor : Damianus Bram
#cawapres #labuan bajo #NTT #pertanian #gibran rakabuming raka