RADARSOLO.COM — Para akademisi dari sejumlah kampus ternama mulai turun gunung menyikapi kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai semakin menyimpang.
Langkah ini akan diikuti sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Menyikapi kondisi ini, sivitas akademika UMS akan menggelar aksi damai bertajuk Maklumat Kebangsaan besok, Senin (5/2), di Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Aksi ini akan dimulai pukul 08.00 dengan melibatkan rektor, dosen, mahasiswa, dan alumni.
Wakil Rektor II UMS Muhammad Da’i mengatakan, sivitas akademika UMS melihat kondisi demorasi saat ini perlu dikembalikan pada track yang benar.
“Kami mendorong pelaksanaan pemilu bisa berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” tegas Da’i.
Da’i menegaskan, maklumat yang ditujukan kepada masyarakat dan penyelenggara negara ini sebagai imbauan moral untuk menjaga netralitas pada pemilu nanti.
“Kami menyuarakan agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan demokratis dan bersih. Tidak ada keberpihakan elektoral kepada siapa pun. Didukung netralitas dari aparat seperti TNI-Polri maupun penyelenggara pemilu,” tambahnya.
Selain itu, Da’i mengatakan, maklumat ini bertujuan agar proses politik di Indonesia berjalan dengan memperhatikan etika dan martabat bangsa dan negara.
Da’i juga mengkritisi penyalahgunaan fasilitas dan keuangan negara dalam Pemilu 2024.
“Pemanfaatan fasilitas negara, keuangan negara atau APBN tidak semestinya untuk menguntungkan elektoral pasangan calon (paslon) tertentu,” imbuhnya.
Da’i mengimbau agar masyarakat memilih calon pemimpin dan anggota legislatif secara rasional dan menggunakan hati nurani.
Tanpa dipengaruhi praktik-praktik money politics. Agar proses politik bisa berjalan dengan baik.
Sikap sivitas akademika UMS ini menyusul sivitas akademika 11 kampus di Indonesia yang lebih dulu melayangkan kritik terhadap kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden.
Dimulai dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Andalas (Unand), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Indonesia (UI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Khairun (Unkhair), dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta). (zia/bun/dam)
Editor : Damianus Bram