RADARSOLO.COM – Siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) Paskibra SMA Negeri 1 Nogosari, Boyolali kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) tingkat SMP dan SMA sederajat se Jawa Tengah.
Lomba bertajuk LKBB Nogosari Cup 2 berlangsung di halaman sekolah setempat pada Sabtu-Minggu (3-4/2). Lomba ini diikuti 49 kontingen.
Kepala SMAN 1 Nogosari Aris Rusmanto mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar mencari juara, melainkan sebagai sarana pembinaan anak muda untuk memupuk rasa persatuan dan kebersamaan.
“Membentuk generasi muda yang terampil, cakap, dan disiplin. Selain itu, untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, sehingga tercipta generasi muda yang andal di masa depan sesuai dengan profil pelajar Pancasila,” tutur Aris.
Guru SMAN 1 Nogosari sekaligus koordinator pelaksana, Sri Hartati mengatakan, kegiatan ini sebagai wadah bagi siswa yang memiliki kemampuan baris-berbaris.
“Semua ini memiliki impact positif untuk pendidikan karakter, kedisiplinan, mental, dan kemandirian. Semua itu sebagai asupan positif untuk mengawal penggemblengan mental generasi di masa depan,” terang Tati, sapaan akrab Sri Hartati.
Ditambahkan Tati, penyelenggaraan lomba ini dilakukan secara mandiri oleh ekskul paskibra.
“Sekolah yang besar adalah sekolah yang mampu mengapresiasi inisiatif dan ide-ide cerdas dari siswa-siswi yang tergabung di sekolahnya,” lanjutnya.
Sebelumnya pada 2019, Smansari -julukan SMAN 1 Nogosari- sukses menggelar LKBB yang diikuti SMP/MTs se Solo Raya.
Tahun ini, tidak hanya dari Solo Raya, peserta lomba yang terdiri atas 34 SMA/SMK/MA sederajat dan 15 SMP/MTs sederajat tersebut juga berasal dari sekolah di wilayah lain di Jawa Tengah. Seperti Grobogan, Purwodadi, Pati, Semarang, Salatiga, dan Pekalongan.
“Untuk SMA yang dari luar Solo Raya sudah datang dari kemarin (2/2) untuk uji coba lapangan. Kami sediakan kelas-kelas untuk mereka menginap di sekolah,” terang ketua panitia Intan Nurizta.
Siswa kelas XI 3 tersebut mengatakan, pendanaan berasal dari usaha dana anggaran milik paskibra (UDAMP) yang setiap dua minggu menjajakan makanan di lingkungan sekolah. Paskibra juga berhasil menggaet puluhan sponsor.
Intan mengatakan, sertifikat perlombaan ini ditandatangani Kepala cabang dinas pendidikan wilayah V Provinsi Jawa Tengah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Peserta SMP dapat menggunakan sertifikat tersebut untuk mendaftar ke SMA sederajat melalui jalur prestasi.
Sementara bagi peserta SMA menjadi poin tambahan dalam seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah Agung Wijayanto mengapresiasi keberhasilan SMAN 1 Nogosari dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
Meskipun tidak termasuk dalam Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), dikatakan Agung, baris-berbaris yang memerlukan kedisiplinan ini sangat bermanfaat untuk mencapai kesuksesan.
Agung mengatakan, kegiatan ini tidak hanya kompetisi, tetapi sebagai ajang silaturahmi dan kolaborasi berbagai stakeholder.
“Tanpa kolaborasi pasti hasilnya kurang optimal. Hal ini menunjukkan di Kurikulum Merdeka, kolaborasi menjadi aspek yang paling penting,” jelas Agung.
Agung berpesan, agar para peserta dapat menerima hasil dengan jiwa ksatria. Kalah dan menang menjadi hal yang biasa dalam kompetisi. Kekalahan melatih karakter dan memotivasi diri bahwa yang saat ini menjadi juara pasti melewati proses yang luar biasa.
“Yang juara jangan jumawa karena lawan tanding kalian pasti akan berbenah. Dan yang kalah jangan merasa kalian tidak bermakna. Setidaknya kalian telah mengalahkan ego karena dalam hal ini perlu kolaborasi, tidak bisa mementingkan diri sendiri,” pesannya.
Peserta asal SMKN 1 Sambi Boyolali Sandy Andriyan Pratama mengatakan, lomba kali ini berbeda dengan lomba yang diikuti sebelumnya karena kontingennya tampil disaksikan langsung kacabdin V. (zia/nik)
Editor : Damianus Bram