RADARSOLO.COM - SMA Binus atau Binus School Serpong tetap tak akan membuka identitas korban maupun seluruh pelaku bullying atau perundungan, yang kini tengah heboh di media sosial.
Tanpa diungkap oleh SMA Binus pun, identitas salah satu pelaku kasus bullying sesama siswa itu sudah diketahui secara luas.
Yakni anak Vincent Rompies, LGL. Saat ini, anak Vincent Rompies itu diketahui telah dikeluarkan atau di-DO dari sekolah.
Selain itu, sejumlah inisial nama yang diduga menjadi pelaku perundungan juga telah beredar luas di media sosial. Beserta peran mereka dalam kasus itu.
Di antaranya ada inisial KN, GV, MD, TM, ZR, EL, RU. Mereka ada yang berperan memukul, menjambak, mengancam, mencekik, menendang, bahkan mengumpat ke korban.
"Menyadari bahwa insiden ini melibatkan anak-anak di bawah umur, kami memohon pengertian dari seluruh publik terhadap posisi sekolah untuk tidak dapat membagikan detail terkait privasi baik korban maupun semua yang terlibat dalam insiden ini," ujar Humas Binus School Serpong Haris Suhendra, Rabu (21/2), dilansir dari JawaPos.com.
Meski demikian, SMA Binus atau Binus School menyampaikan komitmennya akan tetap kooperatif atas penanganan kasus tersebut, yang saat ini sudah masuk ranah kepolisian.
Diketahui, korban bullying atau perundungan oleh Geng T, yang juga beranggotakan anak Vincent Rompies, sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka.
Menurut informasi, sejumlah siswa SMA Binus memang membentuk geng dan sudah berlangsung sembilan generasi.
Geng itu diisi kelas 12 yang disebut Agit. Agit selain bertugas sebagai pemimpin juga menjadi pihak yang merekrut anggota baru.