RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo mencatat puluhan kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari hingga Maret 2024.
Plt Kepala Dinkes Kota Solo Setyowati mengatakan, ada 22 temuan kasus DBD di Solo sejak awal tahun ini.
Puluhan kasus BDB itu tersebar secara merata di semua kecamatan di Solo.
Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada pasien DBD di Solo yang sampai meninggal dunia.
"Sampai minggu kesembilan atau sampai Kamis (7/3) ini kasusnya 22 orang. Tidak ada kematian," terang Setyowati, Jumat (8/3).
Berdasarkan data terkini, sebanyak 22 kasus DBD itu dinominasi oleh anak-anak.
Sementara sebagian lainnya adalah pasien dewasa.
Oleh sebab, Dinkes Kota Solo meminta masyarakat lebih peka terhadap gejala DBD. Sehingga tidak terjadi penanganan yang terlambat.
"Kalau sudah DBD biasanya kita rawat di rumah sakit. Laporannya dari rumah sakit," terang Setyowati.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat lebih gencar menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Menurut dia, cuaca yang tidak menentu membuat nyamuk Aedes aegypti cepat berkembang biak.
Karema nyamuk Aedes aegypti senang dengan air bersih untuk berkembang biak.
"Pertumbuhan nyamuk ini lebih tinggi, karena itu pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan agar nyamuk ini tidak berkembang biak," papar dia.
"Kalau PSN (pemberantasan sarang nyamuk)-nya, baik jentik-jentik ini bisa diberantas dulu sebelum jadi nyamuk. Jadi bisa terkendali kasusnya," imbuh dia.
Di sisi lain, Dinkes Kota Solo mengingatkan masyarajat agar menghindari penggunaan obat pembunuh jentik nyamuk (abate) karena mengandung kimia.
Pihaknya juga tidak menyarankan upaya pengasapan dengan bahan insektisida atau fogging untuk membunuh nyamuk.
Sebab, tanpa perhitungan tepat, fogging justru akan membuat nyamuk resisten atau kebal dan tak mati.
"Fogging ada kriterianya. Jadi kalau belum memenuhi kriteria, tak disarankan melakukan fogging. Takutnya nyamuknya nanti malah jadi tidak sensitif. Dampaknya tidak bagus kalau sering difogging," beber Setyowati.
Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat waspada akan potensi DBD yang bisa muncul saat musim hujan seperti ini.
"Tetap waspada ya, khususnya di musim-musim seperti ini. Bukan hanya DBD, juga harus waspada dengan potensi bencana dan lainnya," kata Gibran belum lama ini. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria