RADARSOLO.COM - Sholat Dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar, salah satunya diyakini sebagai amalan pembuka pintu rezeki.
Sholat Dhuha bisa dikerjakan umat muslim mulai pagi hari, yakni saat matahari mulai terbit sekira 7 hasta atau pukul 07.00 hingag menjelang waktu sholat Dzuhur.
Namun, ada waktu yang lebih utama. Yaitu saat terik matahari telah terasa panas.
Dalam fiqih keutamaan waktu sholat Dhuha diistilahkan dengan rumus: ‘setelah melewati seperempat siang’ (dihitung dari awal Subuh).
Dilansir dari NU Online, waktu paling utama mengerjakan sholat Dhuha kira-kira mulai pukul 09.00.
Hal ini sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رضي اللهُ عنه: أَنَّهُ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى، فَقَالَ: أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ في غَيْرِ هذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ؟ إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِيْنَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ (رواه مسلم)
Artinya:
“Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam radliyallahu ‘anh, sungguh ia pernah melihat segolongan orang melakukan shalat Dhuha, lalu ia berkata: ‘Tidakkah kalian tahu, bahwa shalat dalam waktu ini lebih utama? Sungguh Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Shalat kaum awwâbîn (shalat Dhuha) adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari’” (HR Muslim; lihat Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarhun Nawawi ‘alâ Shahîh Muslim, [Bairut, Dâr Ihyâ’it Turâtsil ‘Arabi, 1292 H], juz VI: 30).
Baca Juga: Dukung MUI Boikot dan Haramkan Produk Kurma Israel, Muhammadiyah: Daripada Tak Berbuat Apa-apa
Jumlah Rakaat dan Doa Sholat Dhuha
Sholat Dhuha dilaksanakan seperti sholat-sholat sunnah lainnya.
Yakni dikerjakan dua rakaat salam.
Setelah salam atau selesai mengerjakan sholat Dhuha, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa.
Adapun doa-doa setelah sholat Dhuha, yakni:
1. Doa pertama
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allâhumma innad dlahâ’a dlahâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allâhuma in kâna rizqî fis samâ’i fa anzilhu, wa inkâna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkâna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa inkâna ba‘îdan fa qarribhu, bi haqqi dlahâ’ika wa bahâ’ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika, âtinî mâ atayta ‘ibâdakas shâlihîn.
Baca Juga: Lupa Baca Doa Niat Puasa Ramadhan pada Malam Hari, Sah atau Tidak Puasanya?
Artinya:
“Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”
Baca Juga: Masukkan 5 Makanan Ini ke Daftar Menu Sahur, Dijamin Bisa Kenyang Lebih Lama saat Puasa
2. Doa kedua
اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ
Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu.
Artinya: “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.”
3. Doa ketiga, dibaca sebanyak 40 atau 100 kali
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Rabbighfir lî, warhamnî, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwâbur rahîm.
Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.” (Ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatut Thâlibîn, juz I, halaman 255).
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha memiliki keistimewaan yang luar, sebagaimana telah dijelaskan dalam Alquran dan beberapa hadist.
- Diberikan Ampunan Dosa
Salah satu keistimewaan sholat sunnah ini adalah diberikan ampunan dosa bagi yang mengerjakannya.
Bagi yang senantiasa menjalankan sholat Dhuha, niscaya akan diampuni dosanya sebesar buih di lautan.
Dalam hadis At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa umat manusia yang membiasakan sholat Dhuha dosanya akan diampuni Allah SWT. Rasulullah bersabda sebagai berikut:
من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر
Artinya: “Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat Dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Baca Juga: Di Kecamatan Tirtomoyo, Tentara Dilibatkan untuk Berburu Jentik Nyamuk Cegah DBD
- Bukan Golongan Orang Lalai
Mereka yang melaksanakan sholat Dhuha senantiasa rajin dalam mencari rahmat Tuhan.
Seperti yang dijelaskan dalam HR Al-Baihaqi dan An-Nisa’i:
من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين
Artinya: “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).
- Dhuha sebagai Sedekah
Sholat Dhuha adalah bagian dari sedekah, sebagaiman sabda Rasulullah:
يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي
Artinya: “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma'ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat,” (HR Muslim). (ria)
Editor : Syahaamah Fikria