Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

10 Mitos tentang Puasa Ramadhan, Berbuka dengan yang Manis hingga Tidur Bisa Tambah Energi: Cek Faktanya dari Sisi Medis!

Syahaamah Fikria • Kamis, 14 Maret 2024 | 00:57 WIB
Ilustrasi tiga orang berbuka puasa saat Ramadhan (Pexels)
Ilustrasi tiga orang berbuka puasa saat Ramadhan (Pexels)

RADARSOLO.COM - Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan umat muslim yang sudah baligh serta sehat secara fisik maupun mental.

Bulan puasa Ramadhan merupakan bulan penuh keistimewaan. Karena merupakan bulan pengampunan dosa, bulan diturunkannya Alquran, malam lailatul qadar, dan pahala berlipat ganda.

Meski puasa Ramadhan ini sudah dijalankan umat muslim tiap tahun sejak berabad-abad lalu, namun hingga kini masih banyak mitos tentang puasa Ramadhan yang berkembang di masyarakat.

Berbagai mitos atau nasihat tentang puasa Ramadhan ini ada beraneka ragam, dan berkembang dari masa ke masa.

Nasihat atau mitos itu sebenarnya mungkin bertujuan baik.

Namun, sering kali beberapa nasihat atau mitos itu tidak sepenuhnya tepat jika dilihat dari sudut pandang medis.

Agar tak keliru memahamnya, berikuti seputar mitos dan fakta puasa Ramadhan, seperti yang dilansir dari klikdokter:

1. Berbukalah dengan yang manis

Kata-kata ini selalu diingat saat puasa Ramadhan. Bahkan, nasihat ini sering berseliweran di berbagai media, khususnya saat iklan produk.

Namun, berbukalah dengan yang manis ini adalah sebuah mitos.

Faktanya, banyak konsumsi manis dapat menimbulkan dampak buruk.

Apalagi jika Anda selalu mengonsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka puasa setiap hari selama sebulan penuh.

Nasihat yang baik adalah minum segelas air hangat saat berbuka puasa.

Anda tetap bisa konsumsi makanan dengan gula yang tinggi, tetapi kandungan seratnya pun tinggi, seperti kurma.

Beri jeda kurang lebih setengah jam sebelum kamu mengonsumsi makan utama.

2. Dilarang olahraga saat puasa

Ada mitos yang menganjurkan untuk tak berolahraga selama puasa.

Namun, hal itu hanyalah mitos.

Sebab, faktanya seseorang tetap boleh melakukan olahraga saat berpuasa.

Bahkan justru dianjurkan untuk berolahraga ringan, agar tubuh tetap fit dan segar selama puasa.

Pilih olahraga ringan atau olahraga yang dapat dilakukan bersama teman-teman agar lebih bersemangat dan menyenangkan.

Olahraga ringan itu, seperti bersepeda, lari santai, atau bermain tenis meja.

Selain jenis olahraga, Anda juga bisa memilih waktu yang tepat untuk olahraga saat berpuasa.

Yakni mendekati waktu berbuka atau 3-4 jam usai sahur.

Bagi yang masih ragu karena memiliki riwayat penyakit tertentu, cobalah untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter.

3. Minum minuman dingin saat bupa puasa

Banyak orang yang memilih minum minuman dingin dan manis saat buka puasa.

Harapannya agar tubuh bisa lebih cepat segar setelah sekira 14 jam berpuasa.

Namun, keyakinan jika minum dingin dan manis saat buka puasa agar tubuh lebih cepat segar itu, ternyata hanya mitos.

Faktanya, konsumsi minuman dingin dan manis saat perut kosong akan membuat lambung kaget karena perubahan suhu.

Kondisi ini bahkan justru bisa membuat perut terasa perih dan melilit.

Untuk itu, dianjurkan untuk minum segelas air putih hangat saat berbuka puasa.

4. Tidak sahur tak masalah

Tak sedikit orang yang mengabaikan sahur.

Ada yang melewatkan sahur karena malas atau tak bisa bangun pagi, tak biasa makan di waktu dini hari, malas menyiapkan makanan, bangun kesiangan, dan lainnya.

Tanpa makan sahur, Anda bisa saja tetap kuat berpuasa seharian.

Artinya, dalam kondisi ini Anda berpuasa tanpa membekali diri dengan nutrisi yang cukup saat sahur.

Namun faktanya, sahur adalah modal yang sangat penting dan diperlukan selama tubuh menjalani puasa.

Sahur dengan menu bergizi lengkap dan seimbang, tubuh memiliki energi untuk beraktivitas sepanjang hari dan terhindar dari penyakit.

5. Ibu menyusui tak boleh puasa

Ada mitos yang menyebut ibu menyusui tidak boleh berpuasa, karena diyakini akan berpengaruh terhadap produksi dan kualitas ASI.

Sehingga tak sedikit ibu menyusui yang terpaksa tak berpuasa, padahal mereka sebenarnya mampu.

Faktanya, tubuh manusia memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang cukup baik, termasuk tubuh ibu yang sedang menyusui.

Produksi dan kualitas ASI tak akan berubah secara signifikan, meski sang ibu berpuasa.

Syaratnya ibu menyusui harus memperhatikan dan memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa, serta waktu antara buka puasa dan sahur

6. Ibu hamil tak boleh puasa

Mitos soal perempuan yang tak boleh berpuasa juga termasuk bagi ibu hamil.

Ada yang percaya ibu hamil yang berpuasa akan memengaruhi janin dalam kandungan.

Faktanya, ibu hamil tetap bisa berpuasa.

Hal ini selama ibu hamil sudah memastikan diri jika janin yang dikandungnya dalam keadaan sehat dan kuat.

Ibu hamil yang ingin berpuasa juga bisa berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan.

Jika ibu hamil yang berpuasa mengalami gejala ingin pingsan, muntah, penurunan berat badan, dan diare, bisa membatalkan puasanya.

7. Puasa jadi cara turunkan berat badan

Banyak yang beranggapan jika puasa bisa otomatis menurunkan berat badan.

Faktanya, puasa tidak selalu bisa turunkan bedan jika saat buka puasa dan sahur tetap mengonsumsi makanan manis, tinggi lemak, dalam jumlah banyak dan tidak terkontrol.

Bukannya turun berat badan, Anda justru bisa naik berat badan karena makan berlebihan.

Untuk itu, meski puasa, pastikan tetap melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi makanan tinggi serat, tinggi protein, dan rendah lemak jenuh.

8. Lansia tak boleh puasa

Usia tidak bisa jadi tolok ukur untuk kesanggupan seseorang berpuasa.

Faktanya, puasa dapat dilakukan oleh lansia.

Namun, karena kondisi fisik dan fungsi tubuh lansia sudah menurun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pastikan menu sahur untuk lansia memiliki kandungan gizi lengkap dan seimbang dengan hidrasi yang cukup.

Lansia juga harus menerapkan jadwal sahur dan berbuka yang tepat.

Lebih baik lagi jika sebelum memutuskan puasa atau tidak, terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter.

Terlebih bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit tertentu dan mengharuskan konsumsi obat pada waktu tertentu.

9. Puasa akan perparah penyakit maag atau gerd

Puasa jadi salah satu tantangan bagi penderita maag. Karena mereka takut dengan berpuasa, bisa memperparah gejala maag atau gerd.

Faktanya, puasa Ramadhan tidak berdampak signifikan pada gejala dispepsia atau gejala maag.

Bahkan, sejumlah penelitian menyatakan puasa Ramadhan justru bisa mengurangi gejala maag dan gerd.

Karena orang yang berpuasa sebulan penuh akan memiliki waktu makan yang teratur, yakni buka dan sahur.

Tentunya, penderita maag atau gerd harus tetap menjaga pola makan.

Dianjurkan untuk konsumsi makanan dengan porsi kecil tetapi tinggi serat saat sahur dan berbuka puasa.

10. Tidur saat puasa bisa menambah energi

Tidur selama berpuasa merupakan ibadah. Tidur juga bisa melupakan rasa lapar dan dahaga saat puasa.

Namun, bukan berarti Anda harus tidur sepanjang hari saat berpuasa.

Sebab, kebanyakan tidur justru akan membuat tubuh terasa lemah dan kurang bertenaga.

Anda akan mengalami lemah otot dan penurunan kebugaran fisik, dan meningkatkan risiko kegemukan. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #sahur #olahraga #mitos #ramadhan #buka puasa