Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pj Gubernur Jateng Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Netralitas pada Pilkada Serentak 2024

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 6 Juni 2024 | 23:38 WIB
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana beri keterangan pers terkait netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2024.
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana beri keterangan pers terkait netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2024.

RADARSOLO.COM–Netralitas aparatur sipil negara (ASN) selalu menjadi sorotan dalam pelaksanaan Pemilu. Tanpa terkecuali Pilkada Serentak 2024.

Sebab itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menegaskan kepada seluruh ASN Provinsi Jateng harus bersikap netral dalam perhelatan Pilkada Serentak 2024.

"Kita mau menghadapi pilkada. Penekanan kami jelas bahwa seluruh ASN harus netral. Tidak boleh masuk dalam partai dan berkampanye," tandas Nana Sudjana usai melantik ribuan ASN di lingkungan Pemprov Jateng, Rabu (5/6/2024).

Pj Gubernur Jateng mewanti-wanti netralitas ASN harus tetap dijaga pada Pilkada Serentak 2024.

Berbagai langkah seperti sosialisasi, penandatanganan surat netralitas ASN, dan pakta integritas akan terus dilakukan.

Upaya itu juga dilakukan saat Pemilu 2024 lalu.

"Upaya kami sudah maksimal saat Pilpres dan Pileg kemarin. Kami akan maksimalkan juga selama Pilkada nanti," jelas Nana Sudjana.

Terkait apa saja jenis pelanggaran netralitas ASN, Nana menyatakan masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Ketika sudah ditentukan, maka sosialisasi akan digencarkan.

"Yang jelas kami akan menindak tegas jika ada ASN yang sudah melewati jalur yang dilarang,” tutur Nana Sudjana.

“Kami sudah buktikan pada Pilpres dan Pileg lalu. Ada beberapa ASN yang mendapat sanksi kode etik dan sanksi tegas lainnya," lanjut dia.

Sementara itu, terkait ASN yang akan ikut serta dalam kontestasi Pilkada Serentak 2024, sesuai aturan harus mengundurkan diri dari statusnya sebagai ASN.

Baca Juga: Kerawanan Lebih Tinggi Dibanding Pemilu, Begini Upaya Pemprov Jateng Menjaga Kelancaran Pilkada Serentak 2024

Terutama ketika yang bersangkutan ditetapkan sebagai peserta atau calon dalam Pilkada Serentak 2024.

“Ketika ada ASN mau mencalonkan diri, maka harus mengundurkan lebih dahulu. Ini sudah ada aturannya,” terangnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno menambahkan, sosialisasi hal-hal yang masuk kategori ketidaknetralan ASN dalam Pilkada Serentak 2024 harus terus digencarkan.

"Banyak juga yang tidak paham bahwa ini netral atau tidak. Jangan sampai mereka (ASN) terlibat problem ketidaknetralan akibat tidak paham, " pesan Sumarno di sela seminar "Merajut Kebhinekaan untuk Menyukseskan Pilkada" di Gedung Gradhika Semarang, Kamis (6/6/2024).

Dibandingkan Pemilu 2024, lanjut Sumarno, tantangan kontestasi Pilkada Serentak 2024 lebih berat bagi para ASN.

Sebab, mereka memilih calon yang kelak akan menjadi pemimpinnya di daerah masing-masing.

"Sehingga teman-teman ASN harus menjaga netralitas," ujarnya.

Sebagai penyelenggara pemerintahan, lanjut Sekda Jateng, ASN tidak hanya dituntut dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Dalam kehidupan sosial, ASN diharapkan menjadi teladan yang baik dan mampu menjaga nilai-nilai persatuan di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jateng Muhammad Amin mengatakan, salah satu tantangan Pilkada Serentak 2024 adalah netralitas ASN.

Untuk itu, Bawaslu Jateng terus berkoordinasi dengan Pemprov Jateng untuk bersama-sama mengawal netralitas ASN.

Pengawasan terbuka juga dilakukan dengan mengajak masyarakat, akademisi, mahasiswa dan elemen lainnya. (*/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#netralitas asn #pj gubernur #pemprov jateng #Nana Sudjana #Pilkada Serentak 2024