RADARSOLO.COM - Umat Islam di Tanah Air akan melaksanakan sholat Idul Adha atau sholat Id pada Senin (17/6). Namun, bagaimana hukumnya bagi muslim yang tak bisa menjalankan sholat Idul Adha?
Pemerintah telah menetapkan 10 Dzulhijjah 1445 Hijriyah jatuh pada 17 Juni 2024.
Sehingga umat Islam di Indonesia akan merayakan dan melaksanakan sholat Idul Adha (sholat Id) pada tanggal tersebut.
Hukum Sholat Idul Adha
Hukum sholat Idul Adha atau sholat Id adalah sunnah muakkad.
Artinya sangat dianjurkan dilaksanakan dan akan mendapatkan pahala, tapi ditinggalkan pun tidak berdosa.
Sholat Idul Adha umumnya dilakukan di tempat terbuka.
Namun, boleh juga dikerjakan di rumah dengan alasan sah. Seperti sakit, musafir, ada bahaya, atau ada larangan dari pemerintah.
Hal ini berarti umat Islam diperbolehkan melaksanakan salat Idul Adha di rumah, asal dengan memperhatikan ketentuan dalam syariat Islam.
Faktanya umat Islam di Tanah Air pun pernah melaksanakan sholat Idul Adha di rumah saja. Yakni saat Indonesia dan sejumlah negara di dunia dilanda pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Di mana saat itu pemerintah mengimbau masyarakat untuk melaksanakan sholat Idul Adha di rumah saja sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.
Tata Cara Sholat Idul Adha Sendiri di Rumah
Karena kondisi tertentu, umat Islam boleh mengerjakan sholat Idul Adha sendiri di rumah.
Namun, tentu saja dalam pelaksanaannya tetap harus sesuai tata cara sholat Idul Adha.
Berikut tata cara sholat Idul Adha, dilansir dari NU Online:
Rakaat Pertama
1. Niat
Membaca niat salat Idul Adha seperti berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَـــالَى
Ushalli sunnatan li idil adlha rak’taini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah ta’ala."
Baca niat bersamaan dengan takbiratul ihram sama halnya seperti salat biasa. Yaitu membaca takbir dan mengangkat kedua tangan.
2. Membaca Doa Iftitah
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا اِنٍّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Sebelum membaca surat Al Fatihah, salat ini dilanjutkan dengan membaca takbir dengan mengangkat tangan sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama. Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca lafal berikut:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Setelah itu membaca surat Al Fatihah.
Selanjutnya, dianjurkan membaca surat Al A’la.
3. Rukuk
Rukuk dan thuma’ninah, kemudian membaca tasbih tiga kali.
4. Iktidal
Iktidal thuma’ninah, dan membaca lafal berikut:
رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
5. Sujud
Sujud, thuma’ninah, dan membaca tasbih tiga kali.
6. Duduk di antara dua sujud
7. Sujud kedua
Sujud kembali dan membaca tasbih tiga kali seperti sebelumnya. Berdiri untuk rakaat kedua.
Baca Juga: Resep Memasak Tongseng Kambing Tanpa Santan saat Idul Adha: Lebih Sehat, Dijamin Tak Kalah Nikmat!
Rakaat Kedua
Takbir lima kali, di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca lafal sebagaimana penjelasan sebelumnya.
8. Membaca surat Al Fatihah
Dilanjutkan membaca surat Al Ghasyiyah.
9. Rukuk
Rukuk dan thuma’ninah lalu membaca tasbih tiga kali.
10. Iktidal
Iktidal, thuma’ninah, kemudian membaca lafal berikut:
رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
11. Sujud
Sujud, thuma’ninah, dan membaca tasbih tiga kali.
13. Duduk di antara dua sujud
Lalu sujud lagi dan membaca tasbih tiga kali.
14. Tasyahud akhir
15. Salam.
Editor : Syahaamah Fikria