RADARSOLO.COM-DPRD Klaten lakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kabangsaan di Aula Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Senin (24/6/2024).
Diikuti puluhan peserta yang terdiri dari sejumlah unsur masyarakat Desa Banaran.
Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Komisi III DPRD Klaten Sutarna dan anggota Komisi II DPRD Klaten Wakhid Nurdianta.
Adapun didaulat sebagai moderator Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Tantrib) Kecamatan Delanggu Agung Widayat. Didampingi Kepala Desa Banaran Catur Widodo.
Secara bergantian Sutarna dan Wakhid menyampaikan materi sosialisasi kepada peserta.
Dilanjutkan tanya jawab dan diskusi terkait pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
”Sosialisasi ini untuk membangkitkan semangat masyarakat,” ujar Sutarna, Senin (24/6/2024).
Masyarakat kembali diingatkan tentang norma kesusilaan, kesopanan, agama dan hukum.
Menurut Sutarna, penanaman norma untuk mendukung pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan bisa diimplemntasikan lewat kurikulum pendidikan.
”Bisa juga (diterapkan) di tingkat desa dan kecamatan. Tetapi memang efektifnya pada sekolah karena sangat mengena. Baik itu di tingkat SD maupun SMP,” ujar Sutarna dari Fraksi PDI Perjuangan Klaten.
Di tengah kemajuan teknologi, kata Sutarna, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan terus digelorakan.
Harapannya, masyarakat, khususnya generasi muda memiliki karakter, akhlak, dan kepribadian yang kuat.
Sutarna mengapresiasi masyarakat yang cukup antusias mengikuti sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Baca Juga: DPRD Klaten Siap Bahas Raperda RPJP 2025-2045 dan Kawasan Tanpa Rokok, Ini Sasarannya
Tentunya hal itu harus terus ditingkatkan hingga tingkat RW dan RT.
”Output-nya, masyarakat tergugah kembali dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Baik kesusilaan, kesopanan, akhlak dan kepribadian akan tertanam kembali. Saya yakin pemerintah sudah berpikir seperti itu,” beber Sutarna.
Suwoto, 64, salah seorang peserta sosialisasi memiliki keprihatinan terhadap generasi muda karena sopan-santun nyaris hampir punah.
Hal itu memicu terjadinya bullying karena sifat kesopanan dan kesantunan sudah hilang.
”Barangkali kita memerlukan pendidikan yang lebih ekstrem. Biar apa? Agar lebih memiliki norma kesopanan terhadap orang tua dan sesama,” ujar warga Desa Banaran ini.
Menurut Suwoto, perlu ada terobosan dalam kurikulum pendidikan. Tidak hanya sekadar formalitas. Terlebih lagi tanpa diresapi atau dipahami.
Maka itu diperlukan pratik terkait kesopanan dan kesusilaan yang ditanamkan sejak dini.
Kasi Tantrib Kecamatan Delanggu Agung Widayat berharap, sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari anggota DPRD Klaten memberikan pemahaman terkait pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila.
”Kegiatan sosialisasi ini memutar ke sejumlah desa. Setiap bulan ada tiga desa. Pesertanya dari berbagai unsur, mulai tokoh masyarakat hingga karangtaruna,” beber Agung.
“Harapannya, masyarakat bisa mengerti dan memahami ideologi Pancasila, karena ini dasar negara,” lanjut dia. (ren/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono