RADARSOLO.COM - Seorang remaja 17 tahun yang jadi finalis pemilihan Putri Nelayan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan menjadi korban rudapaksa.
Mirisnya, pelaku pemerkosaan adalah salah satu panitia Hari Nelayan Palabuhanratu 2024 di Sukabumi .
Kasus rudapaksa yang dialami finalis pemilihan Putri Nelayan Palabuhanratu terungkap saat ayah korban melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi.
Laporan itu dibuat pada 5 Juli lalu. Dengan terlapor salah satu panitia Hari Nelayan Palabuhanratu berinisial S.
Ayah korban, A mengatakan, kejadian pelecehan seksual itu bermula saat putrinya menonton pertandingan voli di acara kegiatan Hari Nelayan di Sukabumi pada 3 Mei lalu.
Saat itu, putrinya dihubungi oleh salah satu temannya. Kebetulan, keduanya merupkan finalis Putri Nelayan.
"Di Dermaga (PPNP) Palabuhanratu kan ada pertandingan voli rangkaian kegiatan Hari Nelayan, saat itu temannya meminta putri saya untuk datang ke salah satu hotel tidak jauh dari tempat menonton voli," kata A, Senin (15/7).
Berdasarkan keterangan A dari putrinya, hotel tersebut memang sengaja disewa panitia Hari Nelayan selama satu bulan.
Hotel itu juga yang digunakan untuk rangkaian kegiatan Hari Nelayan. Termasuk untuk make up para finalis pemilihan Putri Nelayan Pelabuhanratu.
"Ketika anak saya sampai ke kamar itu, kedua temannya keluar alasan mau beli makanan. Saat itulah si pelaku datang ke kamar masuk, dia matikan lampu memaksa dan melakukan pemerkosaan," papar A.
Akibat kejadian itu, korban yang masih berusia 17 tahun mengalami trauma.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo mengatakan, telah menerima laporan tersebut.
"Kami terima laporan pada tanggal 5 Juli sedang melaksanakan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti," ungkap Tony.
Lebih lanjut, dia menyebut, korban juga menjalani trauma healing. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria