RADARSOLO.COM - Seorang pria di Semarang jadi viral di media sosial karena ketahuan makan daging kucing.
Pria yang disebut sebagai pemilik kos itu mengaku nekat menyantap daging kucing untuk pengobatan.
Aksi pria di Semarang makan daging kucing itu tersebar di media sosial dan menjadi viral, setelah diunggah oleh pemilik akun @three.in.onee.
Akun itu memposting video berisi rekaman suara pria pemilik kos itu saat tepergok makan daging kucing.
Dalam rekaman suara terdengar seseorang yang bertanya, mengapa pria pemilik kos tersebut makan daging kucing.
Pria tersebut pun berdalih jika daging kucing itu adalah sebagai obat untuk penyakit diabetes yang dideritanya.
"Daripada saya bunuh diri? Daripada saya yang mati mending kucing yang mati, dong," kata pria itu.
Pria itu pun mengaku tekanan gula darahnya akan tinggi jika tak makan daging kucing.
"Kalau nggak makan daging (kucing), tinggi terus gulanya," ujarnya.
Atas viral aksi pria makan daging kucing itu, Polsek Gunungpati, Semarang, pun langsung turun tangan.
Polisi melakukan penelusuran untuk mengetahui kebenaran postingan viral itu.
Hingga kemudian menemukan pria pemilik kos yang diduga sebagai pemakan daging kucing tersebut.
Kapolsek Gunungpati Kompol Agung Raharjo menuturkan, pria pemilik kos yang diduga makan daging kucing itu berinisial NY, 63.
Polisi juga telah meminta keterangan atas aksinya yang viral makan daging kucing.
Yang mengejutkan, saat mendatangi rumah NY, polisi menemukan tulang belulang kucing.
"Yang bersangkutan mengakui sudah mengkonsumsi daging kucing berkali-kali," tutur Agung.
Seperti yang terdengar dalam unggahan suara dan jadi viral di medsos, kepada polisi NY juga mengakui jika daging kucing itu dia gunakan sebagai obat diabetes.
"Informasi dari yang bersangkutan untuk menurunkan kadar gula karena sakit diabetes," tandas Agung.
Sementara itu, Inafis Polrestabes Semarang juga melakukan pemeriksaan di kos-kosan milik NY.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti alat penanak nasi, sebilah sabit, dan potongan tulang yang diduga dari kucing yang disembelih pelaku. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria