Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jembatan Gantung BRI Permudah Akses dan Tingkatkan Ekonomi Desa Lubuk Dalam

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 16 Agustus 2024 | 22:53 WIB
Jembatan gantung yang dibangun BRI di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Jembatan gantung yang dibangun BRI di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

RADARSOLO.COM–Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas, menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur, terutama di daerah terpencil.

Salah satu wilayah yang merasakan dampak kurangnya infrastruktur memadai adalah Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Bagi masyarakat perkotaan yang terbiasa dengan fasilitas infrastruktur yang baik, kondisi di Desa Lubuk Dalam mungkin akan sangat mengejutkan.

Desa yang memiliki luas sekitar 800 meter persegi ini sebagian besar terdiri dari rawa-rawa dan sungai besar yang menjadi penghalang utama akses keluar-masuk desa.

Menurut Ridwan, Kepala Desa Lubuk Dalam, mayoritas warga di desa ini bekerja sebagai petani, nelayan, dan peternak.

Untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, warga harus menggunakan perahu getek untuk menyeberangi sungai besar, baik untuk ke desa induk, pasar, maupun mengantar anak-anak ke sekolah.

"Dulu, desa ini memiliki jembatan yang menjadi andalan warga. Namun, jembatan tersebut roboh sekitar 10 tahun lalu karena lapuk akibat banjir yang sering melanda saat air sungai meluap," kata Ridwan.

Desa Lubuk Dalam yang dilintasi oleh sungai dengan dua cabang ini sangat membutuhkan infrastruktur jembatan untuk mendukung mobilitas warga.

Beruntung, kini masalah tersebut teratasi dengan adanya jembatan gantung yang dibangun melalui program BRI Peduli.

Jembatan gantung tersebut memiliki panjang 70 meter dan lebar 1,2 meter, yang kini memudahkan mobilitas warga desa.

Menurut Ridwan, ide pembangunan jembatan ini bermula dari salah satu guru SD yang memiliki koneksi dengan relawan dari BRI Peduli.

Setelah dilakukan survei, BRI memutuskan untuk membangun jembatan di desa tersebut.

Baca Juga: Mulai 15 Agustus 2024, BRI Terapkan Ketentuan Baru untuk Rekening Dormant

Proses pembangunan dimulai saat cuaca tidak menentu akibat musim hujan, yang sempat menjadi hambatan karena air sungai yang sering meluap.

Namun, dengan kerja keras tim di lapangan, jembatan gantung ini berhasil diselesaikan dalam waktu 3 bulan.

Ridwan menambahkan, bahwa dampak dari keberadaan jembatan gantung ini sangat dirasakan oleh warga Lubuk Dalam.

"Aktivitas ekonomi kini berjalan lebih lancar. Hasil kebun bisa langsung dibawa ke pasar, dan tengkulak pun datang langsung ke desa untuk mencari barang," jelasnya.

"Anak-anak juga lebih mudah pergi ke sekolah, dan ibu-ibu bisa pergi ke pasar atau ladang dengan lancar tanpa harus naik perahu getek," ungkapnya.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menegaskan, bahwa bantuan pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata kepedulian BRI terhadap masyarakat, khususnya di pedesaan.

"Bantuan ini diharapkan bisa memberikan manfaat besar bagi mobilitas penduduk dan kegiatan ekonomi masyarakat, terutama di Desa Lubuk Dalam," ujarnya.

Ditambahkan Catur Budi, BRI terus berkomitmen membantu masyarakat dengan berbagai program, termasuk pembangunan jembatan, saluran irigasi, dan pengembangan kawasan desa wisata.

"Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh masyarakat," jelasnya.

Dengan adanya jembatan gantung ini, BRI tidak hanya membantu memperlancar mobilitas warga, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Lubuk Dalam. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #Jembatan Gantung #BRI Peduli #BBRI #desa lubuk dalam #infrastruktur pedesaan