Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

BRI Perluas Gerakan Anti Sampah "Yok Kita GAS" untuk Wujudkan Ekonomi Sirkular di Indonesia

Tri wahyu Cahyono • Senin, 26 Agustus 2024 | 19:03 WIB
BRI mengajak masyarakat untuk aktif mengurangi volume sampah dengan meluncurkan Gerakan BRI Peduli "Yok Kita GAS"
BRI mengajak masyarakat untuk aktif mengurangi volume sampah dengan meluncurkan Gerakan BRI Peduli "Yok Kita GAS"

RADARSOLO.COM-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI semakin menunjukkan komitmennya dalam mendorong praktik ekonomi sirkular di Indonesia melalui program Zero Waste to Landfill.

Melalui inisiatif ini, BRI mengajak masyarakat untuk aktif mengurangi volume sampah dengan meluncurkan Gerakan BRI Peduli "Yok Kita GAS" (Gerakan Anti Sampah).

Sebagai bagian dari implementasi program ini, BRI telah membangun sejumlah bank sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di berbagai wilayah operasionalnya.

Kolaborasi antara BRI, pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan berbagai pihak terkait dilakukan untuk memperluas jaringan bank sampah.

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Bank sampah ini ditempatkan di berbagai lokasi strategis, termasuk pasar tradisional dan lingkungan masyarakat.

Tujuannya mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri.

Sejak diluncurkan pada 2021, program BRI Peduli "Yok Kita GAS" telah diterapkan di puluhan lokasi di Indonesia.

Program ini tidak hanya membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pemilahan sampah.

Tetapi juga memberikan pelatihan tata kelola dan penguatan kelembagaan, pelatihan literasi keuangan, serta pelatihan manajemen bisnis bank sampah.

Selain itu, BRI juga telah mengadopsi pendekatan inovatif dengan menyediakan fasilitas modern seperti mesin pencacah sampah organik dan bak maggot komunal.

Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengolah sampah organik menjadi produk bernilai seperti pupuk kompos atau pakan ternak.

Sepanjang 2023, program "Yok Kita GAS" di pasar tradisional berhasil mengumpulkan 6 ton sampah organik dan 8 ton sampah anorganik, dengan hasil penjualan maggot mencapai 72 kg.

Program ini telah berhasil mengubah pandangan masyarakat tentang sampah, yang kini dianggap sebagai aset bernilai ekonomis.

Jumlah anggota bank sampah pun meningkat menjadi 260 orang. Seluruh proses pengelolaan sampah dalam program ini juga berhasil mereduksi emisi CO2 sebesar 59 ton dan CH4 sebanyak 23 ton.

Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto menyatakan, inisiatif Zero Waste to Landfill merupakan langkah awal untuk menjawab tantangan global terkait krisis sampah yang semakin mendesak.

"Kami menyadari bahwa pengelolaan sampah yang baik adalah tanggung jawab bersama. Sebagai perusahaan BUMN," jelasnya.

"BRI berkomitmen menjadi contoh dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Melalui program pengelolaan sampah terpadu ini," imbuhnya.

Hal ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung target pemerintah untuk mencapai Indonesia Net Zero Emission 2050.

Keberhasilan awal program BRI Peduli "Yok Kita GAS" menjadi motivasi bagi BRI untuk terus mengembangkan dan memperluas program ini.

"Dengan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, kami berharap dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir, menurunkan emisi gas rumah kaca, dan menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan," pungkas Solichin. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #zero waste to landfill #ESG #BRI Peduli #BBRI #Yok Kita Gas #CSR BRI