Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kronologi Viral Anak-anak Ngaji Jadi Korban Gas Air Mata saat Ricuh Demo Tolak Revisi UU Pilkada di Semarang, Polisi Klaim Tak Bahaya

Syahaamah Fikria • Rabu, 28 Agustus 2024 | 03:54 WIB
Anak-anak yang kesakitan usai terkena paparan gas air mata polisi saat pukul mundur massa demo di Semarang,
Anak-anak yang kesakitan usai terkena paparan gas air mata polisi saat pukul mundur massa demo di Semarang,

RADARSOLO.COM - Aksi demonstrasi tolak revisi UU Pilkada di Semarang jadi viral.

Tak hanya berujung ricuh, gas air mata yang ditembakkan polisi juga mengenai anak-anak yang tengah mengaji di masjid dekat lokasi demo.

Demo mahasiswa tolak revisi UU Pilkada itu digelar di di Gedung DPRD Kota Semarang, Senin (26/8).

Insiden tragis anak-anak terkena paparan gas air mati itu terjadi saat polisi mencoba memukul mundur mahasiswa yang berdemo.

Berikut kronologi anak-anak ikut jadi korban gas air mata saat ricuh demo di Semarang:

1. Demo Tolak Revisi UU Pilkada Ricuh

Demonstrasi tolak revisi UU Pilkada digelar mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Balai Kota Semarang dan Gedung DPRD Kota Semarang, Senin (26/8).

Demo tersebut berujung ricuh, saat terjadi bentrokan antara polisi dengan massa aksi pada malam hari.

2. Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Untuk menghindari bentrokan tak makin menjadi, polisi berupaya memukul mudur massa.

Dari video yang diunggah akun X @cingreborn, terlihat massa demonstrasi dipukul mundur menggunakan water cannon.

Massa pun berlarian saat polisi mulai menembakkan water canon.

Polisi juga tampak menembakkan gas air mata.Membuat massa demo berlarian, berupaya melindungi diri.

"Kondisi terkini aksi unjuk rasa semarang, Balai Kota makin kacau. Massa lari berlindung di Mall Paragon," tulis @cingreborn.

Massa juga berlarian masuk ke permukiman warga untuk menyelamatkan diri.

3. Anak-anak Terkena Paparan Gas Air Mata

Mirisnya paparan tembakan gas air mata itu juga mengenai anak-anak yang tengah belajar mengaji.di Masjid Taqwa Sekayu,Semarang.

Dalam video yang diunggah akun @aingriwehuy di X, tampak anak-anak yang berada di dalam masjid menutupi area hidung dan mulut.

Mereka terlihat kesakitan usai terpapar gas air mata.

Sementara para mahasiswa pun berusaha memberikan pertolongan dengan mengoleskan pasta gigi di bagian bawah mata anak-anak tersebut.

4. Belasan Anak Jadi Korban hingga Ada yang Pingsan

Berdasarkan informasi mahasiswa yang berada di lokasi, ada sekitar 17 anak yang jadi korban paparan gas air mata.

Bahkan, ada satu anak laki-laki yang dikabarkan sampai pingsan.

"Kondisi ketika anak anak TPQ yang mau ngaji juga terkena Gas Air Mata Di Semarang. Ini berlebihan banget aparat seenaknya gunain Gas Air Mata, ini anak mau ngaji loh," demikian narasi yang diunggah dalam video itu.

 

5. Banjir Kecaman Netizen

Tembakan gas air mata yang juga menimbulkan korban anak-anak itu jadi viral di media sosial dan jadi sorotan netizen.

Mereka menyayangkan kejadian tersebut.

Tak sedikit pula yang mengecam tindakan aparat kepolisian, yang dianggap tak memeperhitungkan dampak tembakan gas air mata tersebut.

"Nangis banget, tanggung jawab gak? @poldajateng_," komen netizen.

"Udah gila kali ya ni apparat, padahal ni anak mau ngaji doang. Tanggung jawab gak lo," kata netizen lainnya.

"Kasihan banget anak-anak lagi rajin-rajinnya ngaji malah jadi kena imbasnya," ujar netizen.

6. Tanggapan Pihak Kepolisian

Atas kejadian itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengatakan, penggunaan gas air mata dalam aksi demonstrasi di Balai Kota Semarang sudah sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap).

Sebab, dia menyebut, saat itu situasi sudah tak terkendali.

"Apabila situasi tidak terkendali dapat dilakukan hal tersebut (gas air mata) asal ada perintah pimpinan dan (aksi balai kota) itu terkendali dari pimpinan," ujar dia Mapolda Jateng, Selasa (27/8).

7. Sebut Dampak Gas Air Mata Hanya Perih

Artanto mengatakan, dampak gas air mata tidak berbahaya.

Dia mengklaim, gas air mata hanya membuat perih untuk sementara waktu.

Bahkan, untuk yang sudah terbiasa, disebut tak akan memberikan efek apa-apa.

Namun demikian, dia berharap kejadian ini tak terulang kembali ke depan.

"Jangan terulang lagi. Harapannya aksi unjuk rasa berjalan damai," papar Artanto. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#gas air mata #viral #anak-anak #revisi uu pilkada #demonstrasi #polda jateng #semarang