RADARSOLO.COM - Sikap dari Fakultas Kedokteran Undip yang siap memberi pendampingan kepada dr Prathita Amanda Aryani mendapat tanggapan serius dari netizen.
Ya, seperti diberitakan sebelumnya, pihak kampus siap memberikan pendampingan kepada dokter ini jika hendak melakukan somasi kepada pihak penyebar kabar bullying yang menjadi viral di media sosial.
Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu Prajoko tak mengelak bahwa di fakultasnya pernah terjadi kasus bullying atau perundungan.
Namun demikian, ia berani menjamin bahwa pesan grup WhatsApp yang beredar di media sosial terkait dr Prathita meminta juniornya makan 5 bungkus nasi padang itu merupakan kasus berbeda dengan kejadian dr Aulia.
Wisnu membenarkan dr Prathita pernah terlibat kasus bullying, namun kejadian itu terjadi pada 2021 silam dan dia telah menerima sanksi.
Lebih lanjut, Wisnu pun menambahkan bahwa tak benar apabila kasus tiga tahun lalu dikaitkan dengan kasus meninggalnya dr Aulia karena bunuh diri.
Wisnu juga menambahkan tak menolak untuk mendampingi dr Prathita jika ingin melakukan somasi para penyebar kabar bullying di media sosial kemudian jadi viral.
Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi pencemaran nama baik terhadap dr Prathita yang merupakan mahasiswa prodi bedah dan sudah empat tahun pendidikan.
Sikap dan dukungan yang diberikan Fakultas Kedokteran untuk dr Prathita ini pun memicu beragam komentar dari netizen.
Seperti yang diutarakan akun X @Kegoblogan.Unfadeh pada Selasa, (27/8/2020) kemarin.
Dalam unggahnya, akun tersebut menilai bahwa Fakultas Kedokteran Undip secara tidak langsung telah mendukung pelaku bullying.
“Jadi secara tidak langsung, undip pro ke pembuli, noh dr aulia yg jelas2 di bully hingga mengakibatkan b*nuh diri dan dini hari papahnya juga meninggal dunia krena kesehatannya menurun usai anaknya meninggal. Parahh!!!,” tulis akun tersebut.
Unggahan akun itu pun memantik reaksi ragam dari netizen lainnya. Banyak dari mereka yang geram dengan hal tersebut.
“Wow pelaku bullying bisa mensomasi netizen yang membela hak-hak korban dan dpt pendampingan dri FK!,” tulis salah satu netizen.
“Gua salut sama UNPAD, sampe mecat 2 dokter loh gr2 kasus buli, Unch deep malah pro ke pembuli. Gak habis fikri,” ujar netizen lainnya lagi.
“Kacau sii undip, nama lu dahh jelek, minimal ngambil tindakan, bukan malah ngelindungin,” sambung netizen lainnya.
Sebagai informasi, dr Prathita Amanda Aryani diduga sebagai dokter senior yang melakukan tindakan bullying di PPDS Undip.
Tidak hanya itu saja, komentarnya mengenai kasus dugaan bunuh diri dokter muda berinisial ARL (30) tersebut dinilai bak tak berempati pada kasus meninggalnya ARL.
Tak hanya itu saja, komentar dari dr Prathita Amanda Aryani seolah menormalisasi dugaan senioritas di lingkungan PPDS Undip Semarang.
Begini isi komentar Prathita Amanda Aryani di unggahannya.
"Please gausah ikut berpendapat orang- orang yang tidak langsung terlibat. Wong aku aja yg udah lama ya masih semangat menjalani hari-hari kok. Kalo memang gatau isinya seperti apa ya gausah koar- koar di IG story kan bukan elu yg jalanin." tulis Prathita Amanda Aryani lewat akun Instagram @thitaamnd saat itu.
Imbas unggahan tersebut, nama Prathita Amanda Aryani jadi bulan-bulanan publik. Apalagi muncul pula bukti jika Prathita Amanda Aryani merupakan seorang pelaku bullying atau perundungan PPDS Undip.
Lewat tangkapan layar yang viral, Prathita Amanda Aryani diketahui memberikan hukuman kepada juniornya dengan melakukan push up dan memakan nasi padang berlauk ayam pop dan telur 5 porsi sekaligus. (dam)
Editor : Damianus Bram