RADARSOLO.COM - Eli Marlina, ibunda Nia Kurnia Sari, 18, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat, masih tak percaya jika putrinya harus meregang nyawa dengan cara yang sangat tragis.
Nia Kurnia Sari ditemukan tewas terkubur dalam kondisi terikat dan tanpa busana pada Minggu (8/9), setelah dua hari hilang, usai berjualan gorengan.
Eli menceritakan, putrinya berjualan gorengan karena ingin mengumpulkan uang agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
"Dia jualan kue, goreng-gorengan untuk kuliah. Jualannya jauh, biasanya pulang menjelang Magrib," kata Eli.
Bersama orang tuanya, gadis penjual gorengan itu tinggal di sebuah rumah sederhana di Korong Pasar Surau, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Meski hidup sederhana, namun Nia Kurnia Sari punya mimpi untuk bisa berkuliah. Kendati dia harus berkeliling kampung untuk menjual gorengan.
Eli mengatakan, putrinya menjual gorengan yang dibuat oleh tetangga mereka.
Dia pun masih tak percaya jika putrinya itu meninggal dengan cara yang sangat tragis.
Bahkan, Eli pun tak percaya jika ada orang yang tega melakukan tindakan biadab itu kepada anaknya.
Apalagi dia merasa selama ini korban tak pernah punya masalah dengan siapa pun.
"Apakah ada temannya yang jahat? Tidak ada rasanya," ucap Eli.
Nia Kurnia Sari diduga dirudapaksa sebelum dibunuh.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan itu. (ria)
(ria)
Editor : Syahaamah Fikria