RADARSOLO.COM - Akhir hidup Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan asal Padang Pariaman yang menjadi korban kebiadaban Indra Septiarman, menjadi kisah pilu yang banyak dikenang.
Kisah tragis yang mendapat sorotan publik dan jadi viral itu, sebentar lagi akan diangkat menjadi karya film.
Adalah Aditya Gumai yang akan mengangkat kisah Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan menjadi film.
Niat Aditya Gumai itu pun sudah diaminkan pihak keluarga mendiang Nia Kurnia Sari.
Pihak keluarga mendiang ingin dengan dibuat film, bukan hanya kisah tragis pembunuhan Nia yang diangkat dan disuguhkan kepada masyarakat.
Namun, nilai-nilai baik, perjuangan dan semangat Nia Kurnia Sari dalam berjualan, mencari uang untuk biaya kuliah, bisa menjadi motivasi dan contoh bagi masyarakat.
“Harapan besar dengan difilmkan ini bukan untuk kenang tragedi, tapi sosok motivasi di zaman milenial,” ujar Ratu, perwakilan pihak keluarga Nia.
Viral Kebaikan Nia Terungkap hingga Makam Penuh Taburan Bunga
Meski kasus pembunuhan dan penemuan mayat Nia Kurnia Sari telah berlalu, namun ternyata hingga kini kisah tentang dirinya masih banyak dikenang.
Belakangan viral di media sosial potret makam Nia Kurnia Sari yang penuh dengan taburan bunga.
Dalam foto yang beredar di media sosial, tampak pusara makam Nia Kurnia Sari dengan taburan bunga yang menggunung.
"Masyaallah sudah hampir 1 meter tinggi bungan dimakam Nia," tulis keterangan dalam foto.
Selain makam yang penuh taburan bunga, publik juga dibuat haru sekaligus takjub dengan kisah kebaikan Nia Kurnia Sari yang terungkap.
Dalam tayangan akun TikTok @herukuniawann04, kebaikan dan pengorbanan gadis penjual gorengan itu semasa hidup diceritakan kembali.
Nia Kurnia Sari diceritakan sudah rajin menjadi penjual gorengan sejak sekolah. Saat itu, dia menjual gorengan di sekolahan.
Gadis itu juga hidup sangat sederhana dengan keluarganya. Dia tidur dengan alas kasur yang sangat tipis.
Namun, di usianya yang masih sangat belia, Nia memiliki tekad kuat untuk mensejahterakan keluarganya.
Dengan hasil kerja kerasnya, Nia membangun toilet hingga membangun lantai sederhana berbahan semen untuk keluarga.
Bahkan setelah lulus sekolah, Nia tetap melanjutkan berjualan gorengan dengan berkeliling dari kampung ke kampung. Tujuannya sangat mulia, ingin mengumpulkan uang untuk biaya kuliah.
Namun, takdir berkata lain. Saat berjualan gorengan, Nia Kurnia Sari dicegat oleh Indra Septiarman.
Laki-laki bejat itu berniat merudapaksa Nia Kurnia Sari.
Namun, gadis penjual gorengan itu terus melawan, hingga akhirnya Indra menghabisi nyawanya dan menguburkan jasadnya di kebun lahan perkebunan di Korong Pasa Gelombang, Nagari Kayu Tanam, 2×11 Enam Lingkung, Padang Pariaman, Sumatra Barat pada Jumat (6/9).
Jenazah Nia baru ditemukan pada Minggu (8/9) dalam kondisi terikat dan tanpa busana.
Disebut Bidadari
Kisah pengorbanan dan perjuangan Nia Kurnia Sari yang terungkap, membuat netizen haru dan takjub.
Mereka pun menyebut gadis penjual gorengan itu seperti bidadari.
"Real bidadari surga yang lagi cosplay di bumi," komen salah satu netizen.
"Tempat bidadari surga selama almarhumah hidup bersama keluarganya," kata netizen lainnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria