RADARSOLO.COM - Laporan terbaru dari Sustainability Report Telkomsel 2023 mengungkap kenyataan yang mengkhawatirkan: dari 50 juta siswa di seluruh Indonesia, hanya sekitar 60 persen yang mencapai kompetensi literasi di atas standar minimum.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang tertinggal, terutama dalam hal keterampilan membaca dan memahami teks, yang sangat penting bagi masa depan mereka.
Data ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi oleh dunia pendidikan di Indonesia.
Kurangnya akses terhadap sumber daya belajar yang memadai dan keterbatasan teknologi di berbagai daerah menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi.
Di tengah kondisi tersebut, upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan menjadi semakin penting.
Sebagai respons atas tantangan ini, program 'Telkomsel Jaga Cita' berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan di Indonesia.
"Sebagai bagian inisiatif Telkomsel Jaga Cita, kami menghadirkan beragam layanan edutainment melalui platform Ilmupedia yang siap membantu talenta muda dalam menemukan minat bakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, didukung dengan akses internet yang terjangkau dengan jaringan terbaik yang dapat gunakan melalui kartu telkomsel prabayar, kartuHalo maupun by.U,” ungkap VP Prepaid Consumer Marketing Telkomsel, Tuty R. Afriza dalam rilis yang diterima Radar Solo.
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam meningkatkan kompetensi siswa melalui berbagai platform digital seperti Ilmupedia, Kuncie, dan Internet BAIK.
Melalui platform Ilmupedia, misalnya, siswa dapat mengakses materi belajar yang lebih beragam dan menarik.
Ditambah lagi, fitur AI bernama Adeva bertindak sebagai asisten virtual yang membantu siswa dalam memahami konten, memilah informasi penting, dan mendalami topik pelajaran.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu siswa yang selama ini kesulitan untuk mencapai standar kompetensi literasi yang diharapkan.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga melibatkan kepala sekolah, guru, dan orang tua agar mereka dapat mendukung proses belajar mengajar secara lebih efektif.
Program ini menargetkan peningkatan literasi tidak hanya di tingkat sekolah dasar, tetapi juga di sekolah menengah, di mana data menunjukkan angka pencapaian literasi yang lebih rendah.
Selain itu, program Internet BAIK telah menjangkau 780 sekolah di 249 kota dan kabupaten, memberikan edukasi tentang penggunaan internet yang positif dan membangun.
Hal ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk mendapatkan informasi berkualitas, sekaligus mengurangi kesenjangan digital yang selama ini menjadi hambatan.
Dari program-program yang dijalankan, harapannya adalah memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Dengan dukungan teknologi dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, diharapkan lebih banyak siswa yang bisa mencapai kompetensi literasi sesuai standar, serta memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesuksesan inisiatif ini juga menjadi langkah penting dalam membentuk generasi muda yang lebih cerdas, kritis, dan siap menghadapi dunia yang semakin kompetitif. (lz)
Editor : Laila Zakiya