SEMARANG, Radar Solo – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno melantik 262 pejabat fungsional dari 19 organisasi perangkat daerah (OPD) di Wisma Perdamaian Semarang, Kamis (14/11).
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Sumarno menyampaikan pesan penting agar pejabat tidak antikritik.
Sumarno menekankan bahwa sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan pelayan masyarakat, para pejabat harus terbuka terhadap kritik, aduan, serta saran dari masyarakat.
“Kritik adalah bentuk kepedulian publik yang seharusnya menjadi bahan perbaikan. Jangan sampai ASN antikritik dan menolak masukan,” ujar Sumarno dengan tegas.
Sumarno menekankan bahwa kritik sering muncul karena pelayanan publik yang belum sesuai dengan harapan masyarakat.
Sebab itu, ASN diminta untuk tidak hanya mendengar kritik, tetapi juga segera merespons dan menindaklanjutinya.
“Masyarakat yang berani mengkritik menunjukkan kepedulian. Kita harus menghargai mereka karena tidak semua orang berani berbicara dan menyampaikan keluhan,” tambahnya.
Sumarno juga menegaskan pentingnya menjalankan pakta integritas yang telah ditandatangani oleh setiap pejabat.
Gaji dan tunjangan yang diterima, menurutnya, harus diimbangi dengan kinerja yang tulus melayani masyarakat.
“Tugas kita adalah melayani dengan hati yang ikhlas dan senang,” katanya.
Dengan nada tegas, Sumarno mengajak para pejabat untuk lebih beradaptasi dengan perubahan dan terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari upaya perbaikan.
Ia berharap pelantikan ini menjadi momentum untuk membangun budaya kerja yang lebih responsif dan transparan.
“Mari kita jadikan kritik sebagai bahan refleksi agar pelayanan publik semakin baik,” tutupnya di akhir sambutannya. (eno/bun)
Editor : Laila Zakiya