RADARSOLO.COM - Sebuah video viral memperlihatkan kemunculan air terjun di lereng Gunung Merapi, menjadi perhatian publik.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @jogjaku, menunjukkan penampakan Gunung Merapi yang cukup megah.
Namun, di lereng gunung tersebut, terlihat ada air yang mengalir cukup deras ke bawah seperti air terjun.
"Driver Jeep gak sengaja menemukan air terjun di Lereng Gunung Merapi, ada yang pernah lihat?" tulis keterangan dalam postingan itu.
Dalam postingan itu juga memberi catatan jika air terjun di lereng Gunung Merapi itu bukan wisata yang aman untuk dikunjungi karena sangat berbahaya.
Fenomena unik kemunculan air terjun di Gunung Merapi itu tentu merupakan hal langka. Sebab, sehari-harinya tidak ada penampakan air terjun tersebut.
Hal itu pun membuat penasaran publik. Banyak yang memuji keindahan air terjun di lereng gunung itu. Namun tetap mengatakan jika itu berbahaya untuk dikunjungi.
"Cantik banget," tulis @pfvirgia***.
"Mantap merapi menyimpan sejuta misteri dan keindahan," komen @wantoe_***.
"Dari jauh ada segitu, kayanya memang berbahaya kalau dijadikan wisata ya.. karena pasti gede banget pas dideketin," kata @anugr***.
Tak sedikit juga yang menyebut jika fenomen unik air terjun itu hanya muncul setelah hujan.
"Air terjun nya ada saat musim hujan saja," ucap @megalianaa***.
"Sangat berbahaya untuk dikunjungi dan sepertinya itu muncul klu hujan deras krn dilihat dr airnya coklat krn kena hujan deras," komen @sri.rejeki.73***.
Penjelasan TNGM
Terkait kemunculan air terjun yang jadi viral, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Muhammad Wahyudi pun memberi penjelasan.
Dia mengatakan, fenomena itu hanya muncul pada kondisi-kondisi tertentu, dan hanya bersifat sementara.
"Air terjun itu sifatnya hanya sementara. Saat terjadi hujan dengan curah hujan yang tinggi di sekitar puncak Merapi," terang Wahyudi.
Fenomena kunculan air terjun itu, kata Wahyudi, sebenarnya sudah sering terjadi di Gunung Merapi.
Air yang mengalir di lereng gunung dan tampak seperti air terjun itu merupakan limpahan dari air hujan di sekitar puncak gunung.
"Kemunculan air terjun itu sudah sering terjadi. Hanya saja yang memposting itu baru tahu kalau ada air terjun besar. Padahal itu hanya limpasan air hujan," papar dia.
Lebih lanjut dikatakan Wahyudi, lokasi kemunculan air terjun yang viral di medsos itu berada di hulu Kali Gendol, Sleman, DIY.
Di mana lokasi itu masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Jakarnya sekitar 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Untuk itu, lokasi tersebut masuk dalam area berbahanya.
TNGM pun tidak merekomendasikan untuk kegiatan wisata di sana.
"Tidak direkomendasikan untuk wisata karena masuk KRB III," tegas Wahyudi. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria