Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Usut Penembakan Siswa SMKN 4 Semarang, Netizen Minta Selamatkan CCTV: Jangan Lupakan Sejarah...

Syahaamah Fikria • Rabu, 27 November 2024 | 05:39 WIB
GRO, siswa SMKN 4 Semarang yang jadi korban penembakan oknum polisi (kiri). Lokasi depan Alfamart.
GRO, siswa SMKN 4 Semarang yang jadi korban penembakan oknum polisi (kiri). Lokasi depan Alfamart.

RADARSOLO.COM - Di tengah heboh kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang oleh oknum polisi, kini publik juga menyoroti soal keberadaan kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Masyarakat mengingatkan pihak terkait agar segera mengamankan kamera CCTV, yang bisa menjadi bukti atas kasus penembakan yang menewaskan siswa SMKN 4 Semarang tersebut.

Apalagi kini kasus tersebut jadi sorotan publik.

Di mana sebagian masyarakat masih meragukan pernyataan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar yang menyebut insiden penembakan itu berawal dari aksi tawuran antar kelompok geng atau kreak.

"Temen2 yang di Semarang. Bantu amankan cctv di TKP penembakan siswa SMKN 4 Semarang. Jgn lupakan sejarah,, cctv rusak klo ada hubungannya dgn parte coklat," tulis pemilik akun X @neVerAl0nely.

Berdasarkan informasi yang beredar, TKP penembakan itu disebut terjadi di Jl Candi Penataran Raya Kelurahan Kalipancur. Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Tepatnya di depan Alfamart.

Dalam postingan yang dibagikan di X, terdapat tangkapan layar percakapan via WhatsApp yang mempertanyakan kamera CCTV Alfamart.

"CCTV Alfamart rusak gak mas?" tanya seorang pengguna WA.

"Belum saya cek," jawab seorang pengguna lain.

Sementara netizen juga meminta warga lain yang memiliki kamera CCTV di sekitar lokasi agar ikut mengamankan barang bukti.

"Kalaupun gk pas di tkp, jika cctv di tempat lain tidak menunjukkan indikasi gangster seperti yang dituduh. Maka narasi dari polisi langsung gugur," tulis @telodim***.

"Bakal susah polisi kalo mau manipulasi cctv, kalau kasusnya emang tawuran bakal banyak bgt cctv yg harus diamankan, karena namanya tawuran biasanya sblm ke lokasi udh ada iring iringan,, kalau gak ada ya berarti polisi yg boong," kata @jengglon***.

Di sisi lain, sejumlah pihak masih meragukan pernyataan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar yang menyebut penyebab penembakan itu bermula dari adanya tawuran antar kelompok geng.

Di mana korban disebut merupakan anggota salah satu geng.

Pihak SMKN 4 Semarang menyatakan, korban tewas, GRO, 17, merupakan siswa berprestasi, bahkan terpilih menjadi anggota Paskibraka.

Selain itu, dua siswa lain yang ikut jadi korban penembakan juga bukan siswa nakal.

Siswa berinisial S dan A yang mengalami luka tembak merupakan siswa yang aktif dalam organisasi. Mereka dikenal siswa yang baik. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#cctv #penembakan #siswa #polisi #smkn 4 semarang