RADARSOLO.COM - Video rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik oknum polisi Aipda Robig Zaenudin (RZ) lakukan penembakan siswa SMKN 4 Semarang hingga tewas, muncul.
Video tersebut diperoleh pihak keluarga Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa SMKN 4 Semarang yang jadi korban tewas akibat penembakan Aipda RZ.
Saat ini, video itu telah tersebar di media sosial dan menjadi viral. Salah satunya dibagikan akun X @NarasiNewsroom.
Dalam video berdurasi 41 detik itu tampak seorang pria diduga Aipda RZ yang mengendarai sepeda motor, berhenti di tengah jalan.
Lokasi jalan itu disebut berada di depan Alfamart Candi Penataran Raya pada Minggu (24/11) pukul 00.19 WIB.
Pria itu turun dari motornya dan terlihat mencegat pengendara di tengah jalan.
Hingga kemudian pria itu melakukan penembakan terhadap pengendara pemotor yang melintas di jalan.
Tembakan itu diduga menyasar siswa SMKN 4 Semarang, salah satunya adalah Gamma Rizkynata Oktafandy, yang akhirnya tewas.
Setelah menembak, pria yang diduga Aipda RZ kemudian berjalan ke arah motornya, namun sempat terjatuh.
Polisi yang bertugas di Satnarkoba Polrestabes Semarang itu lantas mencoba mengejar para pengendara motor yang telah ditembak, tapi sempat terjatuh dari atas motor.
Masih dalam video viral itu, tampak kondisi jalan yang sepi. Tidak terlihat adanya keramaian atau aksi tawuran, seperti keterangan polisi sebelumnya.
Diketahui sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan jika tindakan penembakan oleh Aipda RZ bermula saat terjadi tawuran antar kelompok geng atau kreak.
Di mana korban alias Gamma Rizkynata Oktafandy merupakan salah satu anggota gangster yang terlibat tawuran, dan berusaha dilerai oleh Aipda RZ.
Atas penampakan yang terjadi dalam rekaman CCTV yang viral itu, banyak yang kemudian meragukan keterangan polisi terkait adanya tawuran.
“KOK GA ADA TAWURANNYA” ga mgkin ah kalo istitusi tsb menyebarkan cerita bohong," komen pemilik akun X @fajarrusa*** menyindir.
"Tawurannya sebelah mana?" tanya @realmadridin***.
"gimana masyarakat bisa percaya, kalau hal kaya gini bukan diselesaikan dengan ksatria, malah bikin keterangan yang gak sesuai cuma buat selametin 1 orang "oknum" (bilang oknum ikutin narasi mereka). kalau udah ada cctv kaya gini kan jadi repot, pak... pak...," kata @KangInd***.
"Lah nembak, padahal gak ada tawuran. Kalau nggak ada ancaman, terus siapa yang sebenarnya berbahaya di sini?" tulis @afrizhallu***. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria