Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Pengakuan Gus Miftah Masih Keturunan Kiai Hasan Besari, Bernarkah? Keluarganya Malah Ungkap Fakta Ini!

Syahaamah Fikria • Selasa, 10 Desember 2024 | 03:54 WIB
Gus Miftah.
Gus Miftah.

RADARSOLO.COM - Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah pernah mengaku masih memiliki garis keturunan dengan ulama besar Kiai Hasan Besari atau Kiai Ageng Muhammad Besari asal Ponorogo. Apakah hal itu memang benar atau hanya klaim semata?

Kiai Ageng Muhammad Besari adalah tokoh agama terkemuka sekaligus pendiri salah satu pesantren tertua di Indonesia.

Yakni Pondok Pesantren Tegalsari, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jawa Timur.

Gus Miftah dalam suatu kesempatan pernah mengungkapkan jika dia masih keturunan dari sang kiai terkemuka tersebut.

Bahkan, penceramah itu menyebut dirinya merupakan generasi ke-9 dari Kiai Ageng Muhammad Besari atau Kiai Hasan Besari.

Video saat Gus Miftah menceritakan silsilah keluarganya itu beredar di media sosial. Salah satunya dibagikan akun X akun X @TukangBedah00

"Bapak saya kiai desa, namanya Kiai Muhammad Murodi, punya bapak namanya Muhammad Boniran, punya bapak Kiai Muhammad Usman, punya bapak Kiai Jalal Iman, Kiai Karionawi, punya ibu namanya Nyai Madarum, punya bapak Kiai Ilyas, punya bapak namanya Muhammad Besari,” papar Gus Miftah.

“Jadi saya urutan kesembilan dari Muhammad Besari, makamnya di Tegalsari, Ponorogo. Coba anda lihat Muhammad Besari itu siapa,” imbuh pengasuh Ponpes Ora Aji Sleman itu.

Lantas, benarkah jika Gus Miftah masih keturunan sang kiai terkemuka itu?

Belakangan, pengakuannya itu banyak diragukan. Bahkan oleh kerabat atau keluarga Gus Miftah sendiri.

Nur Syahid, warga Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Ponorogo yang masih satu buyut dengan Tutur atau Murodi, bapak Gus Miftah, punya jawaban atas pengakuan sang penceramah itu.

Nur Syahid mengatakan jika pengakuan Gus Miftah itu hanya klaim sepihak saja. Alias berbohong.

Gus Miftah, kata dia, tak punya silsilah langsung dengan Kiai Hasan Besari di Tegalsari, Ponorogo.

Bahkan jika bertemu dan berhadapan dengan Gus Miftah, Nur Syahid pun berani mengatakan bahwa pengakuan sang penceramah itu tidak benar.

"Seumpama Gus Miftah ke sini, saya berani bilang, 'kamu bukan silsilah Tegalsari'," ucap Nur Syahid.

"Saya berani karena itu bohong. Dia asli Bantengan, Mojorejo, Jetis," imbuh dia.

Lebih lanjut, Sur Syahid pun membeberkan silsilah keluarga besar Gus Miftah.

Adalah Mbah Kariman, yang babat alas Bantengan, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis.

Kakek Gus Miftah, yakni Boniran memiliki 4 anak.

Secara berurutan dari anak pertama hingga terakhir, yakni bernama Dulsalam, Bakin, Bares, dan Turut.

Murodi, ayah Gus Miftah bahkan masih kerap datang ke Mojorejo.

"Jadi Gus Miftah itu bukan keturunan Tegalsari (Kiai Hasan Besari), tapi asli Bantengan," ucap dia.

Bantahan dari Keturunan Kiai Hasan Besari Asli

Penjelasan dari kerabat Gus Miftah itu semakin nyambung dengan pernyataan keturunan besar Kiai Hasan Besari atau Kiai Ageng Muhammad Besari yang asli.

Raden Kunto Pramono, generasi ke-8 dari Kiai Hasan Besari mengatakan, dia tidak yakin dengan pengakuan Gus Miftah yang menyebut sebagai keturunan ke-9 sang kiai.

Sebab, di buku silsilah atau garis keturunan Kiai Hasan Besar diketahui tak ada nama Miftah maupun bapaknya.

"Gus Miftah dalam silsilah tidak ada. Masih merasa ada keraguan," kata Kunto.

Pihaknya pun berharap jika memang Gus Miftah punya garis keturunan dengan Kiai Hasan Besari dari Kiai Ageng Muhammad Ilyas, dia ingin ada penjelasan lebih detail.

Misalnya garis keturunan itu dari istri Kiai Ageng Muhammad Ilyas yang keberapa. Dengan penjelasan itu, maka akan diketahui pasti apakah memang masih ada garis silsilah atau tidak.

"Saya ingin tahu juga seperti apa kebenarannya. Kalau memang dari Kiai Ageng Ilyas, dari istri keberapa," tandas Kunto. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#keturunan #pengakuan #ponorogo #kiai ageng muhammad ilyas #gus miftah #kiai hasan besari