Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hari Pertama Palang Joglo Solo Dibuka Kembali, Hal Ini yang Jadi Sorotan Warga

Antonius Christian • Sabtu, 11 Januari 2025 | 19:49 WIB
Penampakan underpass dan elevated rail di Simpang Joglo Solo, Sabtu (11/1/2025).
Penampakan underpass dan elevated rail di Simpang Joglo Solo, Sabtu (11/1/2025).

RADARSOLO.COM - Sejumlah catatan dan masukan diberikan masyarakat pasca dibukanya kembali Simpang Joglo Solo, termasuk difungsikannya Underpass Joglo, Sabtu (11/1/2025).

Salah satu yang jadi sorotan masyarakat adalah minimnya rambu lalu lintas. Serta perlunya pemasanyan alat pemberi isyarat lalu lintas (Apill) alias traffic light untuk mencegah crowded di jam sibuk.

Bambang Suharno, warga yang rumahnya tak jauh dari kawasan Simpang Joglo mengatakan, beberapa rambu lalu lintas belum tertata dengan baik.

"Seharusnya rambu yang melingkar itu ditaruh di bundaran, bukan di pinggir jalan. Sehingga bisa dilihat di setiap arah," tutur warga RT 04 RW 02, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari itu.

Selain itu, dia juga menyorot tidak adanya rambu lalu lintas di sekitar underpass, mengingat adanya jalur satu arah di sisi kiri dan kanan underpass.

"Jalur di sisi samping underpass untuk satu arah, baik yang ke arah barat maupun timur. Tapi tidak ada rambu perboden. Itu kan membuat bingung, apalagi yang keluar dari gang kampung," urai pria yang bergabung dalam LPMK kelurahan setempat itu.

Bambang juga mengusulkan penambahan trafic light di simpang-simpang menuju bundaran atas.

Apalagi, kata dia, di pagi dan sore jam kerja, arus lalu lintas kendaraan di sana cukup tinggi.

"Kalau tidak ada itu (traffic light), mungkin bisa saja terjadi kecelakaan. Karena pada buru-buru, terus ada crossing kendaraan dari selatan mau ke timur atau ke utara, atau sebaliknya," jelas Bambang.

Meski demikian, di luar catatan dan masukan itu, dia berharap dibukanya Simpang Joglo, bisa mengatasi kemacetan di Kota Solo maupun kawasan perkampungan yang selama 2 tahun terakhir ini jadi jalur alternatif.

"Termasuk untuk dampak ekonomi. Karena selama ditutup, usaha yang ada di sekitar sini bisa dibilang mati. Setelah dibuka semoga ke depan usaha-usaha di sini bisa ramai kembali," papar dia.

Sementara itu, Wali Kota Solo Teguh Prakosa turut meninjau lokasi Simpang Joglo saat pembukaan pada Sabtu pagi.

Dia mengakui memang masih ada sejumlah rambu yang kurang.

"Seharusnya saat mau masuk underpass itu sudah ada rambu penunjuk arah," jelasnya.

"Misal, kalau masuk dari timur, mau ke Surabaya, berarti lurus, masuk underpass. Kalau mau ke Purwodadi, berarti lewat atas, karena arahnya ke arah utara," imbuh Teguh.

Teguh pun mengamini jika dia melihat adanya masyarakat yang masih kebingungan dengan jalur baru di Simpang Joglo.

"Tadi saya lihat 5 meter sebelum masuk underpass pada berhenti, mungkin bingung mau lewat atas atau bawah," urai Teguh.

Soal penambahan traffic light, Teguh menuturkan, dalam sepekan ke depan Dishub Solo bersama Satlantas Polresta Solo akan lakukan pengawasan arus kendaraan.

"Kalau pas hari efektif kerja bagaimana crowdednya, kalau weekend seperti apa. Nanti akan dievaluasi untuk menentukan titik mana yang perlu dipasang traffic light, kemudian durasinya berapa detik," tutur Teguh.

Lebih lanjut, dia menyebut, dengan pembukaan ruas Simpang Joglo bakal mempercepat arus distribusi barang, yang berimabas pada meningkatnya perekonomian.

"Saya rasa pembangunan (Simpang Joglo) akan memperlancar kembali jalur ekonomi, khususnya untuk angkutan berat. Bisa kembali lewat sini untuk menghemat biaya pengiriman," tandas Teguh. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#rambu lalu lintas #Underpass Joglo #traffic light #simpang joglo #elevated rail