RADARSOLO.COM – Sebuah video yang menampilkan anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyindir dua anak Deddy Corbuzier, Azka Corbuzier dan Nada Tarina Putri, dengan sebutan "bocil" viral di media sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Mufti Anam juga memuji YouTuber otomotif Fitra Eri karena dinilai memiliki integritas dalam menolak tawaran kerja sama dengan Pertamina.
Pernyataan kontroversial ini disampaikan saat rapat dengar pendapat dengan Pertamina pada Selasa (11/3/2025), membahas skandal dugaan pengoplosan BBM Pertamax yang menghebohkan publik.
Dalam rapat tersebut, Mufti Anam menuntut Pertamina untuk melakukan taubatan nasuha atas kesalahan fatal terkait dugaan manipulasi kualitas BBM.
"Jika memang Pertamina benar-benar minta maaf, maka harus melakukan taubatan nasuha, harus menunjukkan bagaimana seluruh insan Pertamina tidak hanya meminta maaf secara lisan, tapi juga dari gestur, dari perbuatan, dan dari pelayanan yang dilakukan," ujar Mufti Anam, dikutip dari JawaPos.com.
Namun, yang kemudian memicu reaksi luas adalah kritik kerasnya terhadap strategi Pertamina yang menggandeng Azka Corbuzier dan Nada Tarina Putri dalam kampanye promosi di tengah sorotan publik terhadap kasus ini.
"Tidak cukup hanya menggandeng si bocil anaknya Deddy Corbuzier. Ini justru melecehkan, meremehkan, dan melukai hati rakyat," tegasnya.
Pernyataannya langsung menuai beragam komentar di media sosial, dengan sebagian besar warganet merasa terkejut dan menyoroti penggunaan kata "bocil" oleh seorang pejabat negara dalam forum resmi.
Di sisi lain, Mufti Anam justru memuji sikap Fitra Eri, seorang konten kreator otomotif yang menolak tawaran kerja sama dari Pertamina karena merasa kurang yakin dengan keabsahan informasi yang ingin disampaikan perusahaan.
"Untung Fitra Eri punya integritas. Karena dia tidak yakin dengan kebenaran klaim Pertamina, maka dia tidak mau melakukannya," puji Mufti Anam.
Politisi asal Jawa Timur ini juga menekankan bahwa anggaran promosi yang digunakan untuk menggandeng figur publik lebih baik dialihkan untuk mengganti kerugian masyarakat akibat dugaan pengoplosan BBM.
"Daripada anggaran Pertamina dipakai untuk mengendorse anaknya Deddy Corbuzier, lebih baik uangnya digunakan untuk mengembalikan kerugian rakyat," tambahnya.
Pernyataan Mufti Anam ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen yang memberikan apresiasi terhadap sikap tegasnya dalam mengkritik Pertamina dan membela kepentingan rakyat.
"Anggota DPR kalau ngomong benar kayak gini, kayak manusia (terpuji) dah," tulis seorang netizen dalam unggahan di akun Instagram @folkonoha.
"Ini baru Dewan Perwakilan Rakyat!" timpal netizen lainnya. (dam)
Editor : Damianus Bram