RADARSOLO.COM – Sebuah video penangkapan Kopka Basarsyah, prajurit TNI AD yang diduga terlibat dalam penembakan Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, dan dua anggota Polri lainnya, Bripka Petrus Apriyanto serta Bripda M. Ghalib Surya Ganta, viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, Kopka Basarsyah terlihat mengenakan pakaian loreng dan diborgol oleh personel Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad).
Ia tampak menciumi keluarganya sebelum akhirnya digelandang oleh petugas.
Tak hanya itu, turut diamankan Peltu Lubis, yang merupakan Komandan Subramil Negara Batin, atas dugaan keterlibatan dalam insiden berdarah tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima, Kopka Basarsyah menyerahkan diri kepada Komandan Kodim 0427/Way Kanan, Letkol Infanteri Aan Fitriadi.
Kedua terduga pelaku kemudian dibawa ke Markas Kodim 0427/Way Kanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat Kopka Basarsyah dibawa oleh petugas, keluarga nampak menangis histeris, tak kuasa melihat prajurit TNI AD itu digelandang petugas.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya, Kolonel Infanteri Eko Syah Putra Siregar, memastikan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
"Informasi yang ada masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut di lapangan," ujarnya.
Kolonel Eko juga menegaskan bahwa apabila terbukti ada keterlibatan personel TNI AD, maka sanksi tegas akan diberikan sesuai hukum yang berlaku.
"Jika ada keterlibatan oknum, pasti akan ada sanksi yang diberikan. Kami meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.
Kronologi Penembakan
Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (17/3/2025) sekitar pukul 16.50 WIB di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Awalnya, 17 anggota Polri dari Polres Way Kanan melakukan penggerebekan terhadap arena judi sabung ayam di wilayah tersebut.
Namun, saat tiba di lokasi, mereka langsung diberondong tembakan oleh orang tak dikenal (OTK). Tiga personel Polri gugur di tempat akibat luka tembak di bagian kepala.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi saat polisi tengah menertibkan perjudian ilegal.
"Saat tim tiba di lokasi, mereka langsung ditembaki oleh orang tak dikenal sehingga tiga personel gugur dalam tugas," ungkapnya.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa senjata yang digunakan dalam aksi ini adalah senapan serbu.
Saat ini, aparat kepolisian dan TNI AD masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap motif dan aktor lain yang mungkin terlibat. (dam)
Editor : Damianus Bram