RADARSOLO.COM- Sekitar 5 bulan lagi, bangsa Indonesia akan merayakat HUT ke-80 Kemerdekaan.
Pada momen ini, kata Paskibra dan Paskibraka menjadi lebih sering disebut-sebut.
Meski tampak serupa, Paskibra dan Paskibraka memiliki perbedaan mendasar, baik dari segi tugas, pelatihan, maupun seleksi anggotanya.
Lalu, bagaimana sejarah keduanya, dan apa saja perbedaannya?
Apa Itu Paskibra?
Paskibra adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera, yang merupakan organisasi di tingkat sekolah.
Tugasnya mengibarkan bendera dalam upacara resmi.
Biasanya, Paskibra menjadi bagian dari ekstrakurikuler yang bertujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta cinta tanah air bagi pelajar.
✅ Fakta Seputar Paskibra:
- Berperan dalam upacara sekolah, peringatan nasional, dan acara kenegaraan di tingkat sekolah/kabupaten/kota.
- Termasuk dalam program Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, sesuai dengan Keputusan Mendikbud No. 0416/U/1984.
- Anggota direkrut dari siswa sekolah yang memiliki kemampuan fisik dan mental yang baik.
Apa Itu Paskibraka?
Berbeda dengan Paskibra, Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) adalah tim yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
✅ Fakta Seputar Paskibraka:
- Seleksi lebih ketat dibandingkan Paskibra, mencakup tes fisik, mental, hingga wawasan kebangsaan.
- Bertugas di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 51 Tahun 2022.
- Dibentuk pertama kali pada 1946 oleh Mayor Husein Mutahar, ajudan Presiden Soekarno.
- Awalnya disebut Pasukan Penggerek Bendera Pusaka, sebelum berganti nama menjadi Paskibraka.
Sejarah Paskibraka: Dari Pasukan Penggerek Bendera ke Paskibraka
Sejarah Paskibraka berawal pada 1946, ketika Presiden Soekarno meminta ajudannya, Mayor Husein Mutahar mempersiapkan upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Gedung Agung Yogyakarta.
Karena situasi negara yang belum stabil pasca-kemerdekaan, Mutahar hanya memilih lima pemuda (tiga perempuan dan dua laki-laki) untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Kelima pemuda ini melambangkan Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia.
Setelah tahun 1949, konsep pengibaran bendera terus berkembang hingga akhirnya menjadi Paskibraka seperti yang kita kenal sekarang. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono