RADARSOLO.COM - Isu mengenai keaslian ijazah dan skripsi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali menjadi sorotan. Namun, rekan seangkatannya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Frono Jiwo, membantah keras kabar miring tersebut.
Dia pun memberikan kesaksian langsung soal kehidupan kuliah Jokowi selama di kampus.
Dalam keterangannya, Frono menegaskan bahwa dirinya merupakan teman satu angkatan Jokowi saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.
Mereka sama-sama masuk pada tahun 1980 dan lulus bersama pada 1985.
Menurut Frono, klaim yang menyebut ijazah Jokowi palsu adalah informasi menyesatkan yang merugikan banyak pihak.
"Kami sama-sama masuk UGM tahun 1980. Saya tahu betul bagaimana kehidupan Jokowi selama kuliah," ujarnya, Jumat (22/3/2025).
Sosok Jokowi di Mata Teman Sekampus
Frono menggambarkan Jokowi sebagai pribadi yang cenderung pendiam di lingkungan kampus.
Namun, dalam suasana santai bersama teman-teman dekat, Jokowi dikenal memiliki selera humor tinggi dan sering melontarkan candaan yang mencairkan suasana.
"Secara umum beliau pendiam, tapi kalau sedang kumpul, justru sangat menghibur. Sering mengundang tawa," kenangnya.
Tak hanya aktif dalam kegiatan akademik, Jokowi juga dikenal memiliki hobi naik gunung.
Beberapa gunung di wilayah Jawa hingga Sumatera pernah ia daki semasa kuliah.
Frono sendiri mengaku hanya sesekali ikut kegiatan naik gunung.
"Pak Jokowi termasuk yang aktif naik gunung. Saya sendiri jarang ikut, dan sejauh yang saya ingat, belum pernah naik bersama beliau," ungkapnya.
Ijazah dan Skripsi Jokowi Sesuai Standar Zaman Itu
Menanggapi isu soal font dan bentuk ijazah, Frono menegaskan bahwa ijazah miliknya identik dengan ijazah Jokowi.
Baca Juga: MUI: Hormatilah dan Doakan Kebaikan Orang Tua
Format tulisan, jenis huruf, serta tanda tangan dari pejabat kampus saat itu sama persis.
Perbedaan hanya terletak pada nomor kelulusan.
"Saya pegang ijazah saya sendiri, dan kalau dibandingkan, sama saja dengan ijazah Pak Jokowi. Hanya nomor urutnya yang beda," kata Frono.
Soal skripsi, ia juga menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa angkatan 1980-an masih menggunakan mesin ketik manual untuk menyusun tugas akhir.
Sedangkan sampul, penjilidan, dan lembar pengesahan lazim dipesan dari percetakan yang tersedia di sekitar kampus, seperti Prima atau Sanur.
"Waktu itu masih sangat jarang mahasiswa yang pakai komputer. Hampir semua masih pakai mesin ketik. Untuk cetak sampul dan lembar pengesahan, kami semua ke percetakan," tegasnya.
Pernyataan Frono menjadi penegasan bahwa Presiden RI ke-7 itu benar-benar menjalani masa kuliah di UGM dan lulus sesuai prosedur akademik.
"Pak Jokowi benar lulusan UGM. Saya satu angkatan, saya tahu. Tidak ada yang perlu diragukan," pungkas Frono. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria