RADARSOLO.COM - Sementara sebagian besar umat muslim Indonesia masih menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah untuk menentukan 1 Syawal 1446 H, jamaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah lebih dulu menetapkan Hari Raya Idul Fitri.
Mereka akan melaksanakan salat Id pada Minggu, 30 Maret 2025.
Lebih awal dari keputusan resmi pemerintah yang masih menanti pengamatan hilal.
Pimpinan Jamaah An Nadzir, Samiruddin Pademmui menjelaskan, penentuan tanggal 1 Syawal dilakukan melalui metode pengamatan bulan secara langsung (rukyat) dan hisab, yang telah menjadi tradisi kelompok ini selama bertahun-tahun.
Pengamatan dilakukan sejak 27 hingga 29 Maret 2025 oleh para jamaah di berbagai wilayah seperti Gowa, Palopo, dan Bone.
"Pengamatan hilal kami lakukan menggunakan media kain tipis hitam untuk melihat cahaya bulan. Dari penglihatan kami, muncul bulan bersusun tiga, satu asli dan dua berupa bayangan. Itu menjadi tanda khas yang kami yakini," terang Samiruddin.
Menurutnya, metode ini diturunkan dari ajaran Imam KH Syamsuri Abdul Madjid dan Ustadz Rangka Hanong Daey Kiyo, dua tokoh spiritual yang menjadi panutan Jemaah An Nadzir.
Penentuan hilal tidak hanya didasarkan pada pengamatan mata telanjang.
Tapi juga didukung aplikasi digital seperti Luna SolCal dan Sun Position Demo, yang memperkuat data astronomi yang mereka kumpulkan.
Hitungan Posisi Bulan Jadi Penentu
Samiruddin memaparkan bahwa pada 29 Ramadan 1446 H, tepatnya Sabtu 29 Maret 2025, bulan terbit di ufuk timur pukul 05.38 WITA dan terbenam pukul 18.00 WITA.
Ini berarti posisi bulan masih berada di atas ufuk saat matahari terbenam, menandakan pergantian bulan dari Ramadan ke Syawal telah terjadi.
"Jika matahari sudah tenggelam lebih dulu dari bulan, itu menjadi pertanda masuknya bulan baru. Ini yang menjadi dasar kami menetapkan 1 Syawal jatuh pada Minggu," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa fenomena gerhana bulan sebagian pada Jumat, 14 Maret 2025 lalu menjadi pertanda bulan purnama atau pertengahan bulan Ramadhan, yang juga dijadikan referensi dalam perhitungan.
Sementara itu, gerhana matahari yang akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, juga dianggap sebagai penanda terjadinya konjungsi atau ijtimak, fase penting dalam pergantian bulan hijriah.
Dengan menetapkan 1 Syawal pada 30 Maret 2025, Jamaah An Nadzir akan melaksanakan Salat Id lebih awal dibanding mayoritas umat muslim Indonesia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria